Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang siapkan operasi pasar skala kecil jaga stabilitas harga

Rabu, 18 Februari 2026 21:17 WIB
Image Print
Ilustrasi - Cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang merah dan komoditas pangan lainnya yang dijual pedagang. ANTARA/HO-Bapanas/am.

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah mempersiapkan pelaksanaan operasi pasar skala kecil untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan selama Ramadhan dan Lebaran 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Rabu, memastikan kondisi inflasi masih dalam kategori stabil meski terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan.

"Kami punya sistem alat pemantauan harga. Ya stabil, tapi terus kami pantau," katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, Pemkot Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan menggelar operasi pasar.

Namun, kata dia, operasi yang dilakukan bukan dalam skala besar, melainkan intervensi kecil yang menyasar langsung ke titik-titik perdagangan.

"Direncanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan melakukan operasi pasar. Bukan operasi pasar besar, tapi operasi pasar kecil-kecil yang mengintervensi pasar dan spot-spot perdagangan," katanya.

Ia juga berpesan kepada para pedagang agar tetap menjaga kewajaran harga karena kenaikan harga yang terlalu tinggi berpotensi memicu inflasi berkepanjangan yang justru merugikan semua pihak.

"Jualan ya boleh saja jualan. Tapi kita harus memahami bahwa kalau kenaikan harga terlalu tinggi itu akan menimbulkan inflasi," katanya.

Sebab, kata dia, kalau inflasi dalam kurun waktu yang sangat panjang itu juga akan membuat ekonomi rontok.

"Kalau ekonomi rontok enggak ada orang punya uang, yang jualan juga enggak laku," katanya.

Terkait usulan dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai layanan transportasi BRT gratis dan air bersih Perumda Air Minum (PDAM) sebagai upaya menekan inflasi, ia menyebut kebijakan tersebut bisa diterapkan jika inflasi sudah menyentuh angka tertentu.

"Saya kira seperti tahun yang lalu, signifikan untuk menekan inflasi. Jika inflasi sudah mencapai angka tertentu memang akan dilakukan. Tapi ini sekarang kan masih kita pantau," katanya.

Selain inflasi, Agustina juga menyinggung alokasi anggaran penanganan banjir dan lingkungan.

Ia menyebutkan bahwa total anggaran untuk sektor lingkungan dan banjir mencapai Rp500 miliar, sementara anggaran infrastruktur secara keseluruhan sebesar Rp1,6 triliun.

"Yang lingkungan dan banjir itu Rp500 miliar. Infrastrukturnya Rp1,6 triliun," katanya.

Ia berharap dengan langkah antisipatif tersebut maka stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadhan, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir berjalan optimal.



Baca juga: Ratusan umat Muslim di Semarang Shalat Tarawih perdana di Unimus



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026