Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Pati dukung perkembangan sektor perikanan

Minggu, 29 Maret 2026 21:40 WIB
Image Print
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyerahkan cenderamata saat menghadiri tradisi sedekah laut yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu (29/3/2026).  ANTARA/HO. Humas Pemkab Pati

Pati (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan sektor perikanan, khususnya perikanan tangkap laut yang menjadi andalan daerah tersebut.

"Sebagai wujud dukungan nyata terhadap sektor perikanan yang selama ini menjadi andalan Kabupaten Pati, kami juga hadir dalam acara sedekah laut yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat," kata Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri tradisi sedekah laut yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Pati, Minggu.

Kehadiran pemerintah, lanjut dia, bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal, tetapi juga untuk mendoakan keberkahan bagi para nelayan.

Ia berharap para nelayan memperoleh hasil tangkapan yang melimpah, harga jual yang baik, serta kelancaran dalam pemasaran hasil laut.

Tradisi sedekah laut tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Jumat (27/3) hingga Selasa (31/3). Berbagai kegiatan turut memeriahkan acara, mulai dari pertunjukan ketoprak, kesenian rakyat, hingga hiburan yang melibatkan masyarakat luas.

Sementara itu, kinerja sektor perikanan tangkap di Kabupaten Pati menunjukkan capaian yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, produksi perikanan tangkap tercatat mencapai 64.597.419 kilogram dengan nilai produksi sebesar Rp1,1 triliun.

Data tersebut merupakan akumulasi produksi berdasarkan jenis ikan dan alat tangkap yang digunakan nelayan, seperti pukat cincin, pancing, jaring cumi, jaring insang, trammelnet, krikit/dogol, hingga bubu.

Dari sisi komoditas, ikan layang menjadi penyumbang terbesar dengan volume mencapai 28.648.678 kilogram dan nilai produksi sekitar Rp610 miliar. Disusul ikan lemuru/sero sebanyak 15.842.435 kilogram dengan nilai lebih dari Rp207 miliar.

Adapun ikan kuniran tercatat sebanyak 6.320.881 kilogram dengan nilai sekitar Rp48,2 miliar, sementara ikan tongkol menyumbang 6.029.500 kilogram dengan nilai produksi mencapai Rp100,5 miliar.

Secara umum, alat tangkap pukat cincin masih mendominasi hasil tangkapan, terutama untuk ikan pelagis, seperti layang. Meski demikian, sejumlah komoditas lain tetap memiliki nilai ekonomi tinggi meskipun volumenya lebih kecil.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor kelautan dan perikanan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Pati. Dengan nilai produksi yang melampaui Rp1,1 triliun, subsektor perikanan tangkap dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Pengembangan tersebut mencakup peningkatan produktivitas, kualitas hasil tangkapan, serta penguatan akses pasar bagi nelayan.

Selain perikanan tangkap, Kabupaten Pati juga menunjukkan kemajuan di sektor budi daya ikan air tawar. Daerah ini memiliki potensi sumber daya yang melimpah, seperti nila salin, bandeng, udang, dan komoditas lainnya.

Pemerintah daerah saat ini juga tengah mengembangkan desa-desa pesisir yang memiliki potensi budi daya tersebut agar dapat dioptimalkan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026