Dinkes Temanggung minta warga tetap waspada DBD
Senin, 25 Maret 2024 18:48 WIB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung Sarjana. (ANTARA/Heru Suyitno)
Temanggung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Temanggung Jawa Tengah meminta warga tetap waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menyerang wilayah setempat dengan angka kasus saat ini telah mencapai 440 orang.
Kasus DBD di Kabupaten Temanggung dari Januari hingga Maret 2024 mencapai 440 orang dan pasien rata-rata dirawat di puskesmas dan rumah sakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Temanggung, Sarjana di Temanggung, Senin, menyampaikan tingginya kasus DBD disinyalir karena curah hujan yang tinggi sehingga banyak genangan air.
"Kadang masyarakat kurang waspada, misalnya di vas bunga, di kebun, di pinggir rumah, botol-botol yang terisi air atau pecahan barang-barang rusak yang bisa menampung air, seperti ban bekas bisa untuk pertumbuhan nyamuk dengan cepat sekali," katanya.
Ia menyatakan upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya di antaranya adalah bersinergi dengan puskesmas dan melakukan sosialisasi lintas sektor di kecamatan.
"Kebetulan kami ikut terjun sosialisasi, saat ini yang sangat penting adalah pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras kamar mandi paling tidak seminggu sekali, kemudian menutup tampungan air yang digunakan, menggunakan kembali wadah yang mungkin bisa digunakan lagi," katanya.
Selain itu, bisa menggunakan pembunuh larva nyamuk berupa abate, menggunakan kelambu di tempat tidur atau obat nyamuk.
Menurut dia lagi, di Desa Petung, Kecamatan Bejen pada Februari lalu dinyatakan kejadian luar biasa (KLB) DBD, sehingga dilakukan pengasapan di wilayah setempat.
"Fogging tentunya bukan menjadi penanganan nomer satu, karena yang dibunuh hanya nyamuk dewasa. Yang penting dilakukan pemberantasan sarang nyamuk ," katanya mengingatkan.
Kasus DBD di Kabupaten Temanggung dari Januari hingga Maret 2024 mencapai 440 orang dan pasien rata-rata dirawat di puskesmas dan rumah sakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Temanggung, Sarjana di Temanggung, Senin, menyampaikan tingginya kasus DBD disinyalir karena curah hujan yang tinggi sehingga banyak genangan air.
"Kadang masyarakat kurang waspada, misalnya di vas bunga, di kebun, di pinggir rumah, botol-botol yang terisi air atau pecahan barang-barang rusak yang bisa menampung air, seperti ban bekas bisa untuk pertumbuhan nyamuk dengan cepat sekali," katanya.
Ia menyatakan upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya di antaranya adalah bersinergi dengan puskesmas dan melakukan sosialisasi lintas sektor di kecamatan.
"Kebetulan kami ikut terjun sosialisasi, saat ini yang sangat penting adalah pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras kamar mandi paling tidak seminggu sekali, kemudian menutup tampungan air yang digunakan, menggunakan kembali wadah yang mungkin bisa digunakan lagi," katanya.
Selain itu, bisa menggunakan pembunuh larva nyamuk berupa abate, menggunakan kelambu di tempat tidur atau obat nyamuk.
Menurut dia lagi, di Desa Petung, Kecamatan Bejen pada Februari lalu dinyatakan kejadian luar biasa (KLB) DBD, sehingga dilakukan pengasapan di wilayah setempat.
"Fogging tentunya bukan menjadi penanganan nomer satu, karena yang dibunuh hanya nyamuk dewasa. Yang penting dilakukan pemberantasan sarang nyamuk ," katanya mengingatkan.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Kudus ajak warga waspadai DBD meski kasus meninggal masih nihil
29 April 2025 10:11 WIB, 2025
Pemkot Pekalongan 6 ingatkan masyarakat waspada penyebaran kasus DBD
11 February 2025 17:29 WIB, 2025
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemprov kerahkan dokter spesialis untuk membantu warga terdampak kebakaran TPA
05 September 2026 17:17 WIB
Banyumas menargetkan perolehan Bulan Dana PMI 2026 mencapai Rp2,5 miliar
02 September 2026 12:53 WIB
Skrining kesehatan mata menemukan 250 siswa SD di Kudus mengalami gangguan
01 September 2026 15:53 WIB
Pemkab Batang buka layanan CKG ASN dan warga untuk mencegah risiko penyakit
18 August 2026 13:15 WIB