
Ratusan siswa di Solo ikuti skrining kesehatan telinga

Solo (ANTARA) - Ratusan siswa SD, SMP, dan SMA di Kota Solo, Jawa Tengah mengikuti skrining kesehatan telinga dalam rangka World Hearing Day 2026.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-KL) Cabang Solo Dr Hadi Sudrajat di sela kegiatan di SMPN 5 Surakarta, Senin mengatakan kegiatan World Hearing Day tahun ini mengambil tema “Dari Komunitas ke Ruang Kelas, Kesehatan Telinga dan Pendengaran Untuk Semua Anak”.
“Jadi ini kegiatan yang diinisiasi oleh WHO. Sebenarnya ini adalah tema global dari seluruh dunia. Pada tahun ini kegiatannya diarahkan ke ruang kelas, maka pada tahun ini kita mengadakan kegiatan berupa skrining pendengaran terhadap anak siswa sekolah SD, SMP, dan SMA,” katanya.
Untuk di Kota Solo, kegiatan tersebut diselenggarakan di tiga sekolah, yakni MI Al-Islam Grobogan Solo, SMPN 5 Surakarta, dan SMAN 9 Surakarta.
Menurut dia, permasalahan kesehatan telinga pada anak yang sering ditemui di antaranya infeksi telinga dan gangguan pendengaran karena suara bising.
Ia mengatakan dengan adanya skrining kesehatan telinga diharapkan permasalahan-permasalahan tersebut dapat terdeteksi sejak dini.
“Nah kalau sudah mengalami gangguan pendengaran ini memang sebenarnya tidak bisa diobati, karena sudah terjadi kerusakan. Artinya perlu deteksi dini tadi dan edukasi. Jadi kami edukasi kepada siswa terutama jangan terlalu sering, terlalu lama, atau terlalu keras dalam mendengarkan suara,” katanya.
Sementara itu, dalam WHD 2026 terdapat lima langkah strategis yang diselenggarakan, yakni skrining pendengaran massal berbasis inovasi digital (ScreenH), penguatan kompetensi layanan primer di Puskesmas, dan perluasan akses spesialis THT-KL hingga daerah.
Selain itu juga optimalisasi JKN untuk alat bantu dengar dan implan koklea dan regulasi safe listening untuk mencegah ledakan kasus gangguan akibat bising.
Pada kesempatan tersebut, turut hadir dr Dewi Pratiwi selaku Sekretaris Perhati-KL, dr Novi Primadewi sebagai pembicara, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Dr Retno Erawati Wulandari.
Retno memberikan apresiasi kepada Perhati-KL Cabang Solo yang menginisiasi program tersebut.
“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata kepedulian pada generasi bangsa. Kesehatan pendengaran kadang luput dari perhatian. Padahal indra pendengaran jadi jendela utama untuk penyerap informasi,” katanya.
Ia mengatakan gangguan pendengaran sekecil apapun jika tidak dideteksi sejak dini akan menghambat prestasi anak.
“Ini jadi penting sebagai langkah preventif dari deteksi dini untuk memastikan anak-anak di Surakarta dapat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar tanpa hambatan fisik,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
