Batang (ANTARA) - Kementerian Tenaga Kerja RI bekerja sama dengan pemerintah desa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat melalui berbagai macam skema pelatihan jenis keahlian yang dibutuhkan oleh dunia industri.

Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja Caswiyono Rusydie di Batang, Kamis, mengatakan bahwa skema kerja sama tersebut bertujuan untuk merancang estafet gerakan sosial yang mampu menjawab keresahan masyarakat sebagai langkah solusi agar tidak sekadar menjadi penonton dengan berdirinya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).



"Kegiatan inovasi pemanfaatan dana desa melalui skema perekrutan berbasis desa dan pelatihan melalui lembaga yang bekerja sama dengan Anjungan Siap Kerja Kemnaker RI, serta sertifikasi calon pekerja dan penempatan di perusahaan KITB menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat daerah menjadi bagian dalam industrialisasi," katanya.

Menurut dia, kegiatan pemagangan menjadi salah satu program up skilling pada talenta muda untuk mengambil ilmu dari negeri sekelas Jepang, kemudian diaplikasikan dan dikembangkan di lingkungan sendiri untuk kemajuan bersama.

Pada kegiatan tersebut, Kemnaker mengundang 238 kepala desa di Kabupaten Batang.



Kepala Bidang Pemberdayaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Batang Yanti Wahyuningsih mengatakan desa mempunyai potensi sumber daya alam yang cukup melimpah.

Namun, kata dia, kurangnya kesadaran dan kemampuan warga khususnya generasi muda untuk memaksimalkan sumber daya manusia yang ada menjadi perhatian semua pihak untuk memotivasi dalam membangun daerah.



"Oleh karena itu, kami menilai kerja sama tersebut dapat meningkatkan sumber daya manusia agar nantinya dapat bekerja di sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Terpadu Batang," katanya.

 
Baca juga: Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan ajak pekerja informal Demak lindungi diri

Pewarta : Kutnadi
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2024