Pemkot Pekalongan libatkan tokoh agama cegah stunting
Senin, 18 Desember 2023 16:41 WIB
Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin memberikan pengarahan pada para ulama terkait pentingnya penanganan kasus tunting dan pernikahan dini pada remaja. (ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan)
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, melibatkan peran tokoh agama maupun para ulama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam upaya mencegah kasus stunting dan risiko pernikahan dini di daerah itu.
Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin di Pekalongan, Senin, mengatakan pernikahan pada usia dini cukup rawan karena anak yang dilahirkan berpotensi menjadi stunting sehingga peran tokoh agama cukup dibutuhkan untuk membantu menekan kasus stunting.
"Oleh karena itu, kami kumpulkan para ulama untuk memberikan penjelasan seputar risiko stunting, dalam hal ini untuk mencegah tradisi pernikahan dini," katanya.
Dikatakan, sebelum melangsungkan pernikahan, calon pasangan pengantin penting dilakukan bimbingan perkawinan untuk mencegah dan mengurangi berbagai masalah sosial, serta hak asasi manusia yang berhubungan dengan perkawinan dan keluarga.
Program tersebut, kata dia, juga sebagai upaya mencegah pernikahan usia anak dan perceraian, serta mencegah kasus stunting.
"Pendidikan pranikah akan membekali pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bagi pasangan calon pengantin atau remaja usia pranikah agar memiliki kesiapan dan kematangan yang memadai," katanya.
Kepala Bagian Kesra Kota Pekalongan Mahbub Syauqi mengatakan permasalahan pernikahan dini dan stunting ini perlu dicermati secara bersama dalam penanganannya karena ada beberapa siswa belum dewasa, namun sudah melaksanakan pernikahan.
"Mirisnya lagi, beberapa dari pernikahan mereka terjadi karena hamil duluan sehingga hal ini tidak diharapkan dan harus diantisipasi bersama," katanya.*
Baca juga: Pemkot Pekalongan salurkan paket bahan pangan untuk tekan stunting
Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin di Pekalongan, Senin, mengatakan pernikahan pada usia dini cukup rawan karena anak yang dilahirkan berpotensi menjadi stunting sehingga peran tokoh agama cukup dibutuhkan untuk membantu menekan kasus stunting.
"Oleh karena itu, kami kumpulkan para ulama untuk memberikan penjelasan seputar risiko stunting, dalam hal ini untuk mencegah tradisi pernikahan dini," katanya.
Dikatakan, sebelum melangsungkan pernikahan, calon pasangan pengantin penting dilakukan bimbingan perkawinan untuk mencegah dan mengurangi berbagai masalah sosial, serta hak asasi manusia yang berhubungan dengan perkawinan dan keluarga.
Program tersebut, kata dia, juga sebagai upaya mencegah pernikahan usia anak dan perceraian, serta mencegah kasus stunting.
"Pendidikan pranikah akan membekali pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bagi pasangan calon pengantin atau remaja usia pranikah agar memiliki kesiapan dan kematangan yang memadai," katanya.
Kepala Bagian Kesra Kota Pekalongan Mahbub Syauqi mengatakan permasalahan pernikahan dini dan stunting ini perlu dicermati secara bersama dalam penanganannya karena ada beberapa siswa belum dewasa, namun sudah melaksanakan pernikahan.
"Mirisnya lagi, beberapa dari pernikahan mereka terjadi karena hamil duluan sehingga hal ini tidak diharapkan dan harus diantisipasi bersama," katanya.*
Baca juga: Pemkot Pekalongan salurkan paket bahan pangan untuk tekan stunting
Pewarta : Kutnadi
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Operasional dapur umum Pemkot Pekalongan disesuaikan status kedaruratan bencana
10 February 2026 10:14 WIB
Pemprov Jateng pastikan kelayakan fasilitas di posko pengungsi bagi korban banjir
30 January 2026 9:05 WIB
Pemkot Pekalongan bersama empat daerah sepakat kelola sampah dengan investor China
29 January 2026 16:39 WIB
Pemkot Pekalongan bentuk satgas percepatan penanganan sampah jadi permasalan masyarakat
27 January 2026 18:53 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB