Logo Header Antaranews Jateng

Pekalongan perpanjang status tanggap darurat banjir

Senin, 2 Februari 2026 19:05 WIB
Image Print
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mendampingi Wakil Gubenrur Jateng Taj Yasin berkunjung ke tempat pengungsian warga terdampak banjir di Pekalongan, belum lama ini. ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah memperpanjang status siaga atau tanggap darurat banjir hingga 13 Februari 2026 sebagai upaya memaksimalkan pelayanan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana baik yang mengungsi maupun yang bertahan di rumah mereka.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa perpanjangan status tersebut agar bisa memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penanganan banjir terutama dalam hal logistik dan bantuan kemanusiaan.

"Status siaga banjir kami perpanjang hingga 13 Februari 2026. Harapan kami pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan status tanggap darurat banjir pada 17 hingga 31 Januari 2026 dan dilanjutkan status yang sama mulai 1 Februari 2026 hingga 13 Februari 2026.

Menurut dia, dengan perpanjangan status tanggap darurat maka koordinasi lintas sektor pun semakin diperkuat. Di antara dampak positifnya adalah bertambahnya dukungan logistik dari berbagai pihak termasuk dari Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Perpanjangan status tanggap darurat ini membuka peluang bantuan tambahan dari Bulog seperti beras dan minyak goreng untuk mendukung kebutuhan logistik dapur umum," katanya.

Ia mengatakan untuk dapur umum tidak hanya disiapkan oleh pemerintah saja, tetapi juga banyak dibangun secara swadaya oleh warga di lingkungan terdampak karena tidak semua mereka memilih mengungsi ke tempat pengungsian yang disediakan.

"Banyak warga yang terdampak banjir tetapi tidak mengungsi. Biasanya di wilayah mereka ada dapur umum yang dibangun secara swadaya oleh warga sedangkan pemerintah hadir dengan memberikan dukungan logistik ke dapur-dapur warga," katanya.

Menurut dia, dapur umum yang dikelola oleh Dinas Sosial secara bertahap telah menyelesaikan operasionalnya dan memastikan kebutuhan pengungsi agar tetap terpenuhi.

"Meski dapur Dinsos sudah selesai, kebutuhan pengungsian tetap menjadi tanggung jawab dan tetap dipenuhi oleh pemerintah daerah," katanya.

Pihaknya memastikan seluruh upaya penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi pengungsi terdampak banjir benar-benar dinyatakan aman.

"Kami mengimbau warga tetap waspada hingga potensi bencana berkurang. Pendataan pengungsi terus dilakukan secara berkala dan seluruh perangkat daerah diminta tetap siaga penuh menghadapi kemungkinan terburuk," katanya.



Baca juga: Jateng respons cepat penanganan darurat banjir di Kabupaten Pekalongan



Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026