Logo Header Antaranews Jateng

Kota Magelang tunjukkan kesiapan jadi penyelenggara acara nasional

Kamis, 14 Mei 2026 10:41 WIB
Image Print
Salah satu pertandingan dalam turnamen bola voli, SBY Cup 2026, di GOR Samapta, Kompleks Sanden Sport Center (SSC) Kota Magelang di Magelang, Rabu (13/5/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Kota Magelang menunjukkan kesiapan menjadi penyelenggara acara bertaraf nasional melalui keterpilihan sebagai tuan rumah turnamen perdana bola voli, SBY Cup 2026, kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.

"Dipilihnya Kota Magelang sebagai lokasi penyelenggaraan perdana SBY Cup menunjukkan kota tercinta ini telah menjadi barometer nasional bagi 'event-event' besar," ujar dia dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Kamis.

Turnamen SBY Cup 2026 dimulai pada Rabu (13/5), di GOR Samapta, Kompleks Sanden Sport Center (SSC) Kota Magelang dengan pembukaan dihadiri, antara lain Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang yang juga Ketua Pelaksana SBY Cup 2026 Ossy Dermawan, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, dan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.

Ajang itu diikuti delapan tim elit voli nasional yang akan memperebutkan total hadiah senilai Rp1,3 miliar, yakni PBV Pasundan, Tirta Bhagasasi, Semarang Bank Jateng, LavAni Livin Transmedia, Sukun Badak, Ganeksa Bhumikarta, DPUPR Alib Grobogan, dan Surabaya Samator.

Ia optimistis turnamen tersebut tidak sekadar hiburan olahraga, akan tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah setempat.

“Kami optimistis ke depan akan lebih banyak agenda serupa di sini. Dampaknya langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi lokal," ujar dia.

Ketua Pelaksana SBY Cup 2026 Ossy Dermawan menjelaskan kelahiran turnamen itu yang berasal dari semangat memajukan kualitas kompetisi bola voli di tanah air dan sarana regenerasi atlet.

SBY Cup, ujarnya, hadir agar bola voli nasional semakin kompetitif dan menarik.

"Kami ingin memberikan panggung terbaik bagi para atlet untuk tampil maksimal. Ini adalah representasi pembinaan yang serius, di mana olahraga dihargai dan atlet dimuliakan," kata dia.

Ia menyebut pemilihan Magelang sebagai tuan rumah turnamen itu, terutama karena nilai tambah utama berupa posisi strategis kota tersebut.

Dengan filosofi Gunung Tidar sebagai "Pakunya Pulau Jawa", ia berharap, turnamen ini menjadi pengikat solidaritas nasional.

"Kota Magelang sangat strategis, mudah dijangkau, dan memiliki sejarah yang kuat. Jika Gunung Tidar adalah pakunya Pulau Jawa, maka kami berharap dari Magelang inilah olahraga voli menjadi paku pemersatu bangsa," katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026