Pemkot Pekalongan optimalkan penanganan PMK
Kamis, 22 September 2022 23:58 WIB
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan bersama tim melakukan pemesangan anting telinga pada hewan ternak yang sudah divaksinasi, Kamis (22/9/2022). (ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan)
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus mengoptimalkan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak dengan memasang anting telinga (eartag digital) pada hewan yang sudah divaksinasi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Ilena Palupi di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa pemasangan anting telinga atau "Eartag Secure QR Code" akan terhubung dengan aplikasi identik PKH.
"Aplikasi ini bisa diunduh langsung pada telepon seluler berbasis Android melalui aplikasi Play Store," katanya.
Menurut dia, pemasangan perangkat itu bertujuan memudahkan pencatatan dan pendataan sekaligus pemantauan jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi hewan ternak.
"Kami melakukan program penandaan dan pendataan sapi dan kerbau secara bertahap berupa pemasangan anting telinga yang di dalamnya ada barcode untuk dimasukkan ke aplikasi bernama identik PKH," katanya.
Ilena Palupi mengatakan vaksinasi PMK bagi sejumlah hewan ternak di Kota Pekalongan sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu dalam rangka pencegahan dan penanggulangan wabah penyakit mulut dan kuku.
Untuk optimalisasi vaksinasi tersebut, kata dia, maka hewan ternak seperti sapi dan kerbau perlu dilakukan penandaan dan pendataan hewan agar diketahui identitasnya dan jumlah populasi hewan ternak yang sudah divaksinasi secara nasional.
"Dalam aplikasi tersebut, petugas akan menginput semua data ternak dari mulai foto, NIK peternak, lokasi, status kesehatan hewan seperti tinggi badan, bobot badan sapi, hingga status vaksinasi PMK hewan itu," katanya.
Ia menyebutkan dari target populasi sapi dan kerbau sebanyak 600 hewan ternak pada hari ini pelaksanaan pemasangan eartag difokuskan menyasar pada 50 sapi dan kerbau milik para kelompok tani ternak di Kelurahan Degayu dan Kuripan Kertoharjo.
"Penandaan dan pencatatan ini dilakukan untuk mencatat hewan ternak yang ada sebab Indonesia sudah terindikasi wabah PMK," katanya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Ilena Palupi di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa pemasangan anting telinga atau "Eartag Secure QR Code" akan terhubung dengan aplikasi identik PKH.
"Aplikasi ini bisa diunduh langsung pada telepon seluler berbasis Android melalui aplikasi Play Store," katanya.
Menurut dia, pemasangan perangkat itu bertujuan memudahkan pencatatan dan pendataan sekaligus pemantauan jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi hewan ternak.
"Kami melakukan program penandaan dan pendataan sapi dan kerbau secara bertahap berupa pemasangan anting telinga yang di dalamnya ada barcode untuk dimasukkan ke aplikasi bernama identik PKH," katanya.
Ilena Palupi mengatakan vaksinasi PMK bagi sejumlah hewan ternak di Kota Pekalongan sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu dalam rangka pencegahan dan penanggulangan wabah penyakit mulut dan kuku.
Untuk optimalisasi vaksinasi tersebut, kata dia, maka hewan ternak seperti sapi dan kerbau perlu dilakukan penandaan dan pendataan hewan agar diketahui identitasnya dan jumlah populasi hewan ternak yang sudah divaksinasi secara nasional.
"Dalam aplikasi tersebut, petugas akan menginput semua data ternak dari mulai foto, NIK peternak, lokasi, status kesehatan hewan seperti tinggi badan, bobot badan sapi, hingga status vaksinasi PMK hewan itu," katanya.
Ia menyebutkan dari target populasi sapi dan kerbau sebanyak 600 hewan ternak pada hari ini pelaksanaan pemasangan eartag difokuskan menyasar pada 50 sapi dan kerbau milik para kelompok tani ternak di Kelurahan Degayu dan Kuripan Kertoharjo.
"Penandaan dan pencatatan ini dilakukan untuk mencatat hewan ternak yang ada sebab Indonesia sudah terindikasi wabah PMK," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Pemkab Batang terima 3.377 pengajuan perizinan selama triwulan I 2026 melalui MPP
13 May 2026 21:28 WIB
Legislator: Pertumbuhan ekonomi Jateng harus berdampak ke kesejahteraan masyarakat
13 May 2026 19:45 WIB
KAI Purwokerto tambah kapasitas kereta 1450 tempat duduk pada libur panjang akhir pekan
13 May 2026 19:39 WIB