Indonesia disebut makin dekati endemi
Selasa, 19 Oktober 2021 14:30 WIB
Tangkapan layar Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan dalam agenda pelatihan kepada media terkait obat dan vaksin di masa pandemi COVID-19 yang diselenggarakan BPOM dan diikuti dari aplikasi Zoom di Jakarta, Selasa (19/10/2021). ANTARA/Andi Firdaus
Jakarta (ANTARA) - Cakupan vaksinasi, obat-obatan dan protokol kesehatan merupakan komponen penyokong yang dapat mengubah pandemi COVID-19 menjadi endemi di Tanah Air, kata seorang pakar ilmu kedokteran.
"Sinergi vaksin, obat dan protokol kesehatan itu bisa menurunkan derajat pandemi jadi endemi," kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan dalam agenda pelatihan kepada media terkait obat dan vaksin di masa pandemi COVID-19 yang diselenggarakan BPOM dan diikuti dari aplikasi Zoom di Jakarta, Selasa.
Erlina mengatakan Indonesia semakin mendekati pada situasi endemi, dibuktikan dengan cakupan vaksinasi yang semakin bertambah, kesadaran masyarakat terhadap prokes yang kian tinggi serta angka kasus terkonfirmasi harian di bawah 1.000 kasus.
Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengapresiasi capaian vaksinasi yang diperkirakan menembus 300 juta suntikan pada akhir 2021.
Komponen lain yang masih diperlukan adalah ketersediaan obat-obatan bagi perawatan pasien COVID-19. "Saat ini beberapa produk obat antivirus sudah dalam tahap uji klinik fase 3," katanya.
Beberapa obat-obatan yang dimaksud berkategori monoclonal antibodies seperti Bamlanivimab dan Etesevimab.
Selain itu Kemenkes juga sedang menjajaki beberapa obat-obatan antivirus baru yang sekarang sedang ramai dibicarakan antara lain Molnupiravir, Proxalutamide dan AT-527, katanya menambahkan.
"Sinergi vaksin, obat dan protokol kesehatan itu bisa menurunkan derajat pandemi jadi endemi," kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan dalam agenda pelatihan kepada media terkait obat dan vaksin di masa pandemi COVID-19 yang diselenggarakan BPOM dan diikuti dari aplikasi Zoom di Jakarta, Selasa.
Erlina mengatakan Indonesia semakin mendekati pada situasi endemi, dibuktikan dengan cakupan vaksinasi yang semakin bertambah, kesadaran masyarakat terhadap prokes yang kian tinggi serta angka kasus terkonfirmasi harian di bawah 1.000 kasus.
Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengapresiasi capaian vaksinasi yang diperkirakan menembus 300 juta suntikan pada akhir 2021.
Komponen lain yang masih diperlukan adalah ketersediaan obat-obatan bagi perawatan pasien COVID-19. "Saat ini beberapa produk obat antivirus sudah dalam tahap uji klinik fase 3," katanya.
Beberapa obat-obatan yang dimaksud berkategori monoclonal antibodies seperti Bamlanivimab dan Etesevimab.
Selain itu Kemenkes juga sedang menjajaki beberapa obat-obatan antivirus baru yang sekarang sedang ramai dibicarakan antara lain Molnupiravir, Proxalutamide dan AT-527, katanya menambahkan.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus COVID-19 ditemukan di Batang, pemkab imbau warga terapkan protokol kesehatan
24 December 2023 14:44 WIB, 2023
Wali Kota Semarang minta perketat pengawasan di bandara dan pelabuhan
22 December 2023 8:00 WIB, 2023
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB
BPJS Kesehatan Surakarta jalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar
27 January 2026 18:31 WIB
FK UMS gelar diskusi penyakit kusta ajak masyarakat ubah stigma menuju empati
27 January 2026 9:50 WIB