Mahasiswa KKN UMP bantu atasi persoalan COVID-19 di Wonosobo
Selasa, 3 Agustus 2021 18:17 WIB
Tangkapan layar Wakil Rektor UMP Bidang Kemahasiswaan Akhmad Darmawan SE MSi saat memberi sambutan dalam acara penyerahan 358 mahasiswa KKN UMP kepada Pemkab Wonosobo yang digelar secara virtual. ANTARA/HO-UMP
Purwokerto (ANTARA) - Sebanyak 358 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Wonosobo diharapkan membantu mengatasi persoalan yang timbul akibat pandemi COVID-19, kata Wakil Rektor UMP Bidang Kemahasiswaan Akhmad Darmawan SE MSi.
"Pada situasi pandemi seperti ini dibutuhkan satu inovasi dan kecerdasan tersendiri untuk melakukan aktivitas. Kita sadari bersama bahwa pandemi ini telah meluluhlantakkan berbagai sektor terutama bidang kesehatan dan ekonomi. Semua kegiatan di bidang ekonomi baik di skala besar maupun kecil terimbas dengan COVID-19," katanya di Purwokerto.
Akhmad Darmawan mengatakan hal itu saat acara penyerahan 358 mahasiswa peserta KKN UMP kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang digelar secara virtual.
Menurut dia, adanya program Kampus Merdeka yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang salah satunya kegiatan KKN ingin memberikan suatu warna kolaborasi antara pihak universitas dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan COVID-19.
Baca juga: Prodi PPKn FKIP UMP kembangkan kurikulum berbasis MBKM
"Mudah-mudahan kegiatan KKN UMP kali ini bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar di mana tempat KKN itu dilaksanakan dalam rangka mengedukasi bersama-sama pemerintah setempat dan seluruh stakeholder terkait," katanya.
Ia mengatakan mahasiswa KKN UMP bisa melaksanakan kuliah kerja nyata berkolaborasi dengan masyarakat, belajar bersama mencari solusi agar masyarakat tetap survive, mampu bertahan, dan bisa tetap produktif di tengah pandemi COVID-19.
"Mahasiswa diharuskan menjaga nama baik universitas dan almamater," katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonosobo Tarjo SSos MSi mengatakan pihaknya menerima dengan baik mahasiswa KKN UMP.
Oleh karena itu, dia pun memberikan pengarahan kepada mahasiswa peserta KKN yang hadir secara virtual.
"KKN merupakan media pembelajaran mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmunya kepada kehidupan masyarakat, sedangkan bagi masyarakat diharapkan dapat menyerap ilmunya yang nanti akan diberikan oleh mahasiswa KKN UMP. Pelaksanaan KKN harus dilaksanakan dengan happy, kalau happy Insya Allah akan menyehatkan tubuh dan anda akan sehat sehingga yang sudah diprogramkan dapat berjalan dengan baik," katanya. (Adt/tgr)
Baca juga: Mahasiswa PPG Prajabatan UMP ikuti Kursus Pembina Pramuka
Baca juga: Prodi PPKn UMP gugah nalar kritis mahasiswa melalui lomba esai nasional
"Pada situasi pandemi seperti ini dibutuhkan satu inovasi dan kecerdasan tersendiri untuk melakukan aktivitas. Kita sadari bersama bahwa pandemi ini telah meluluhlantakkan berbagai sektor terutama bidang kesehatan dan ekonomi. Semua kegiatan di bidang ekonomi baik di skala besar maupun kecil terimbas dengan COVID-19," katanya di Purwokerto.
Akhmad Darmawan mengatakan hal itu saat acara penyerahan 358 mahasiswa peserta KKN UMP kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang digelar secara virtual.
Menurut dia, adanya program Kampus Merdeka yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang salah satunya kegiatan KKN ingin memberikan suatu warna kolaborasi antara pihak universitas dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan COVID-19.
Baca juga: Prodi PPKn FKIP UMP kembangkan kurikulum berbasis MBKM
"Mudah-mudahan kegiatan KKN UMP kali ini bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar di mana tempat KKN itu dilaksanakan dalam rangka mengedukasi bersama-sama pemerintah setempat dan seluruh stakeholder terkait," katanya.
Ia mengatakan mahasiswa KKN UMP bisa melaksanakan kuliah kerja nyata berkolaborasi dengan masyarakat, belajar bersama mencari solusi agar masyarakat tetap survive, mampu bertahan, dan bisa tetap produktif di tengah pandemi COVID-19.
"Mahasiswa diharuskan menjaga nama baik universitas dan almamater," katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonosobo Tarjo SSos MSi mengatakan pihaknya menerima dengan baik mahasiswa KKN UMP.
Oleh karena itu, dia pun memberikan pengarahan kepada mahasiswa peserta KKN yang hadir secara virtual.
"KKN merupakan media pembelajaran mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmunya kepada kehidupan masyarakat, sedangkan bagi masyarakat diharapkan dapat menyerap ilmunya yang nanti akan diberikan oleh mahasiswa KKN UMP. Pelaksanaan KKN harus dilaksanakan dengan happy, kalau happy Insya Allah akan menyehatkan tubuh dan anda akan sehat sehingga yang sudah diprogramkan dapat berjalan dengan baik," katanya. (Adt/tgr)
Baca juga: Mahasiswa PPG Prajabatan UMP ikuti Kursus Pembina Pramuka
Baca juga: Prodi PPKn UMP gugah nalar kritis mahasiswa melalui lomba esai nasional
Pewarta : KSM
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMP gulirkan bantuan pendidikan-logistik untuk mahasiswa asal Sumatera terdampak bencana
12 December 2025 18:51 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
PG-PAUD UMS gelar Outbound Ceria, latih mahasiswa hadapi dunia nyata pendidikan anak
09 May 2026 12:47 WIB
Wagub Jateng apresiasi Tim Ratoeh Jaroeh SMAN 4 Semarang raih juara internasional
08 May 2026 21:14 WIB