Logo Header Antaranews Jateng

UMS terima rombongan study tour SMAN 2 Playen Gunungkidul

Jumat, 8 Mei 2026 18:59 WIB
Image Print
Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Playen Gunungkidul, Sugiyono, S.Ag., M.A., (kanan) menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh UMS kepada rombongan. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menerima kunjungan study tour dari SMAN 2 Playen Gunungkidul, Jumat.

Sebanyak 206 siswa kelas XI beserta 15 guru pendamping berkunjung ke Gedung Induk Siti Walidah UMS untuk mengenal lebih dekat dunia perkuliahan dan lingkungan kampus.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan gambaran kepada siswa mengenai pendidikan tinggi, program studi, hingga alur penerimaan mahasiswa baru di UMS.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Playen Gunungkidul Sugiyono, S.Ag., M.A., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh UMS kepada rombongan.

“Juga tentu kami mengucapkan banyak terima kasih karena kami diberikan kesempatan untuk belajar di Universitas Muhammadiyah Surakarta ini. Sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih,” lanjutnya.

Ia menjelaskan tujuan kunjungan ini bukan sekadar perjalanan wisata sekolah melainkan juga sebagai sarana belajar bagi siswa agar memiliki gambaran lebih dekat mengenai kehidupan di perguruan tinggi.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk membantu siswa mulai memetakan rencana pendidikan setelah lulus SMA.

“Dengan harapan anak-anak semua kelas 11 ini mendapatkan gambaran lebih dekat bagaimana bangku kuliah, bagaimana jurusan, bagaimana program studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta ini,” ujarnya.

Sugiyono juga menyampaikan salah satu pertanyaan yang sempat muncul dari siswa dan guru pendamping sebelum keberangkatan ke UMS. Beberapa di antaranya mempertanyakan apakah mahasiswa nonmuslim dapat menempuh pendidikan di kampus Muhammadiyah tersebut.

“Sebelum berangkat saya sedikit mendengar ada anak-anak yang non-muslim, dan ini ada Bapak Ibu guru juga pendamping yang non-muslim, merasa aneh atau bagaimana, ada sebuah pertanyaan: 'Kami non-muslim apa boleh masuk di Universitas Muhammadiyah Surakarta?,” kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor IV UMS Prof. Dr. dr. EM Sutrisna, M.Kes., menegaskan UMS merupakan kampus yang terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama.

“Kami bukan universitas yang eksklusif, tapi inklusif. Kami menerima mahasiswa muslim maupun nonmuslim,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Em Sutrisna juga memotivasi para siswa untuk mulai merencanakan masa depan pendidikan mereka sejak dini. Menurutnya, perkembangan zaman menuntut generasi muda untuk memiliki pendidikan tinggi dan kemampuan yang terus berkembang.

Ia mengingatkan lulusan sarjana saat ini perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.

Selain itu, ia juga menyinggung perkembangan media sosial yang membuka banyak peluang rezeki bagi anak muda, seperti menjadi content creator maupun brand ambassador. Meski demikian, ia berpesan agar siswa tidak meninggalkan pendidikan formal.

“Tapi pesan saya, jangan berhenti sekolah. Sekolah itu untuk memperkaya wawasan dan memperluas jaringan,” pesannya.

Menurutnya, pendidikan tetap menjadi bekal penting untuk memperdalam bidang ilmu sesuai passion masing-masing dan memperbesar peluang kesuksesan di masa depan.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026