
PG-PAUD UMS gelar Outbound Ceria, latih mahasiswa hadapi dunia nyata pendidikan anak

Solo (ANTARA) - Laboratorium Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Outbound Ceria (OC) di Lapangan Kedokteran Kampus IV UMS Solo, Jawa Tengah, Sabtu.
Kegiatan bertema Bersama Trainer dari Mahasiswa PG-PAUD FKIP UMS itu menjadi rangkaian implementasi dari pelatihan Training of Trainer (ToT) yang sebelumnya digelar di Laboratorium Microteaching PG-PAUD UMS pada 23-24 April 2026.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PG-PAUD UMS didorong untuk mengimplementasikan teori pembelajaran yang selama ini dipelajari di ruang kuliah ke dalam praktik langsung di lapangan bersama anak-anak usia dini.
Kepala Laboratorium PG-PAUD UMS Dr. Sri Slamet, M.Hum., M.Pd. menjelaskan Outbound Ceria dirancang sebagai sarana mahasiswa untuk belajar memimpin, mengelola tim, mendidik, sekaligus menangani karakter anak secara nyata.
“Teori yang didapat mahasiswa perlu diimplementasikan di lapangan agar mereka memahami bagaimana pelaksanaannya secara langsung. Di sini mereka bisa bereksperimen, berkontribusi, sekaligus belajar mendidik dan mengenal karakter masing-masing anak-anak,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembentukan karakter kepemimpinan dan manajerial mahasiswa. Tidak hanya memimpin diri sendiri dan tim, mahasiswa juga dilatih untuk mengelola dinamika anak-anak dalam aktivitas luar ruang.
“Sebagai calon guru, mereka harus siap menghadapi situasi nyata. Tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga bagaimana mengendalikan anak-anak di luar ruang dengan berbagai karakteristik yang berbeda,” jelas Sri.
Berbeda dengan praktik microteaching di kelas yang menggunakan teman sebaya sebagai peserta simulasi, dalam kegiatan ini mahasiswa benar-benar berhadapan langsung dengan anak usia dini dari berbagai lembaga pendidikan.
Konsep outbound dipilih karena dinilai efektif sebagai media pembelajaran anak usia dini melalui pendekatan bermain sambil belajar. Selain memanfaatkan area terbuka milik UMS, kegiatan ini juga memberi ruang eksplorasi yang luas bagi mahasiswa dan peserta didik.
“Kami bersyukur memiliki fasilitas lapangan yang luas sehingga mahasiswa dapat menyiapkan area bermain dan belajar secara maksimal. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” katanya.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai lembaga mitra PAUD dan TK, yakni TK ABA Aisyiyah Mardi Siwi Surakarta, TK Aisyiyah Idola Surakarta, PAUD Saymara Kartasura, dan TK Aisyiyah Bolon Karanganyar. Peserta dipilih secara terbatas menyesuaikan jumlah mahasiswa dan kesiapan pelaksanaan kegiatan.
Menurut Sri Slamet, pelibatan berbagai lembaga itu bertujuan agar mahasiswa memahami cara menangani anak dengan karakter dan kemampuan yang beragam. Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana berbagi praktik baik antar lembaga pendidikan anak usia dini.
“Kami ingin mahasiswa memahami bagaimana menangani anak dengan berbagai kondisi. Sekaligus menjadi ruang transfer pengetahuan antar lembaga pendidikan,” ungkapnya.
Menariknya, kegiatan ini turut melibatkan tim D'Miracle, yang merupakan alumni PG-PAUD UMS. Tim tersebut hadir mendampingi pelaksanaan outbound sebagai bentuk implementasi pengalaman dan kompetensi yang telah mereka bangun setelah lulus.
Sri berharap model pembelajaran seperti ini dapat terus dikembangkan karena dinilai mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja secara nyata, termasuk membuka peluang pengembangan kompetensi di bidang outbound training anak usia dini.
“Harapannya, mahasiswa PG-PAUD UMS tidak hanya siap menjadi guru di kelas, tetapi juga memiliki kemampuan membangun tim, mengelola kegiatan luar ruang, bahkan mengembangkan event organizer pendidikan anak di masa depan,” tutupnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
