
Jepara perkuat ekosistem UMKM melalui program Kartini Inkubator Bisnis

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara terus memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri lokal melalui program Kartini Inkubator Bisnis.
"Program Kartini Inkubator Bisnis tahun 2026 dilaksanakan selama tujuh bulan secara paralel. Dalam program ini, para pelaku usaha mendapatkan pendampingan intensif dari enam mentor dan enam pendamping tenant," kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Jepara Zamroni Lestiaza saat peluncuran program "Kartini Inkubator Bisnis" di Gedung Shima, Selasa.
Dari total 87 pendaftar, sebanyak 30 pelaku usaha terpilih sebagai tenant setelah melalui proses seleksi. Mereka kemudian dibagi ke dalam enam kelompok, dengan masing-masing kelompok berisi lima tenant. Setiap kelompok didampingi oleh satu mentor dan satu pendamping guna memastikan proses pembinaan berjalan optimal.
Selama mengikuti program, para peserta memperoleh berbagai fasilitas yang disiapkan pemerintah daerah, mulai dari lokakarya tematik, pencocokan bisnis (business matching) untuk membuka akses pasar dan permodalan, hingga tolok ukur (benchmarking) sebagai studi komparasi bisnis.
Selain itu, peserta juga mendapatkan literasi terkait sertifikasi halal serta akses ketenagakerjaan.
Program ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara dalam mendorong UMKM agar naik kelas, mandiri, dan berdaya saing.
Upaya tersebut sejalan dengan visi daerah, yakni mewujudkan Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius atau MULUS.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usaha.
Ia juga meminta Diskopukmnakertrans melakukan evaluasi terhadap berbagai kelemahan program agar dapat diperbaiki dan berkelanjutan pada tahun berikutnya.
"Melalui program inkubator bisnis ini, diharapkan lahir tunas-tunas wirausaha yang mampu memperkuat ekosistem industri lokal Jepara sekaligus mendukung ekonomi keluarga," ujarnya.
Lebih lanjut, Witiarso menegaskan, keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama. Para peserta diminta memiliki peta jalan bisnis yang jelas serta target peningkatan omzet.
Wiwit juga mengingatkan agar para peserta tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, masa inkubasi selama tujuh bulan merupakan investasi penting untuk masa depan usaha.
"Hadapi setiap tantangan dan serap ilmu sebanyak-banyaknya dari para mentor. Lakukan peningkatan, karena target kita bukan sekadar bertahan, tetapi bagaimana usaha bisa naik kelas. Mari kita bangga dengan UMKM lokal, sinergi kuat, Jepara hebat," ujarnya.
Baca juga: Bea Cukai dan Diskominfo Jepara gencar kampanye memerangi rokok ilegal
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
