Logo Header Antaranews Jateng

Ganeps komitmen utamakan produk lokal untuk bahan baku

Kamis, 23 April 2026 20:41 WIB
Image Print
Perayaan ulang tahun Ganeps ke-145 tahun di Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Toko roti legendaris asal Kota Solo, Jawa Tengah Ganeps berkomitmen mengutamakan produk lokal untuk bahan baku pembuatan berbagai macam kue kering.

Generasi ke-6 Pemilik Toko Roti Ganeps Laurensia Liona, Kamis mengatakan dalam hal ini dibutuhkan swasembada pangan untuk memastikan stok bahan baku dalam negeri cukup.

“Sebetulnya swasembada pangan itu yang paling bener. Kalau bisa jangan impor, makanya kami usahakan bahan baku selokal mungkin, dari tepung ketan, garut,” katanya.

Ia yang selama ini banyak memfasilitasi siswa magang seringkali mendorong mereka untuk lebih kreatif mencari alternatif lain dari hasil pertanian.

“Dengan memanfaatkan teknologi hasil pertanian, kalau bisa nonterigu,” katanya.

Dengan begitu, selain mengangkat kearifan lokal, produk yang dihasilkan juga lebih sehat dan ramah anak.

“Seperti produk kami roti kecik itu kan juga rendah gula, kami pakai tepung ketan sebagai bahan baku,” katanya.

Roti kecik sampai dengan saat ini masih menjadi produk unggulan toko tersebut. Dalam satu hari, volume produksi bisa mencapai 60 kg.

Untuk menjaga kekhasan rasa dan tekstur, pihaknya memastikan bahan baku sesuai dengan resep original dengan menggunakan alat khusus.

“Kalau pakai alat industrial teksturnya beda. Jadi nggak padat, lebih gampang hancur,” katanya.

Bahkan di ulang tahun ke-145, toko tersebut akan menyelenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya kreasi makanan dengan menggunakan bahan roti kecik.

Sementara itu, generasi ke-5 pemilik Ganeps Uke Purwadi mengaku tak ingin pelit ilmu kepada masyarakat.

“Kami berusaha membagikan ilmu ke orang lain. Kami ada program baking class, ada juga Sinau Makaryo. Di Sinau Makaryo ini anak-anak sekolah yang sedang menjalani masa liburan belajar manajemen, produksi kue, hingga melayani konsumen di sini. Peminatnya luar biasa banyak,” katanya.

Selain itu, sekali dalam satu tahun tempat usahanya juga menjadi tempat belajar guru SMK.

“Mereka di sini selama satu bulan untuk belajar soal pangan,” katanya.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026