
FT UNS buka kelas internasional jenjang sarjana

Solo (ANTARA) - Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) Surakarta membuka kelas internasional jenjang sarjana untuk dua program studi.
Dekan FT UNS Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU pada soft launching pembukaan kelas internasional dan sharing session bersama alumni berprestasi FT UNS di Solo, Jawa Tengah, Jumat mengatakan kelas internasional tersebut dibuka untuk Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Kimia.
Ia mengatakan pembukaan kelas internasional ini merupakan langkah strategis Fakultas Teknik UNS dalam mendukung visi Universitas Sebelas Maret sebagai perguruan tinggi unggul di tingkat internasional menuju World Class University.
Selain itu, program ini juga merupakan implementasi dari berbagai regulasi akademik yang telah ditetapkan universitas.
“Sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (4) Peraturan Rektor (Pertor) UNS Nomor 21/2024 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Program Sarjana, fakultas dapat menyelenggarakan Kelas Internasional, Program Fast Track, dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Dengan keluarnya SK Rektor UNS keluar, Nomor 1010 untuk Kelas Internasional PS Sarjana Teknik Sipil dan Nomor 1013 untuk Kelas Internasional PS Sarjana Teknik Kimia, hari ini kita sebut sebagai soft launching, Kelas Internasional, dari dari SK tersebut, Dekan ditetapkan sebagai penanggung jawab pengelolaan dan penyelenggaraan kelas internasional di tingkat fakultas,” katanya.
Ia mengatakan pembukaan kelas internasional ini bukan sekadar penambahan program akademik dalam kelas internasional, tetapi juga merupakan upaya nyata Fakultas Teknik UNS untuk menjawab kebutuhan dunia industri dan masyarakat global terhadap lulusan teknik yang memiliki kompetensi internasional,
kemampuan adaptif, serta daya saing global.
“Pasarnya ada, masyarakat membutuhkan kelas internasional, karena diharapkan lulusannya akan memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih luas melalui penguatan kurikulum, kolaborasi global, pertukaran akademik, jejaring industri, serta peluang kerja sama dengan berbagai mitra luar negeri,” katanya.
Pihaknya berharap program tersebut dapat melahirkan global engineer dari Fakultas Teknik UNS.
“Lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi inovator, problem solver, dan pemimpin masa depan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dunia,” katanya.
Terkait mekanisme seleksi mahasiswa, dikatakannya, seluruh proses akan mengikuti tata kelola Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS.
Ia mengatakan perkuliahan perdana rencananya dimulai pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 pada bulan Agustus 2026.
Sementara itu, pada sharing session alumni berprestasi, pihaknya mendatangkan Thomas EPPE Safanpo, S.T., M.Si., yang merupakan Bupati Asmat Provinsi Papua Selatan Periode 2025-2030. Ia merupakan alumni Program Studi Arsitektur UNS angkatan 1996.
Pada kesempatan itu, Thomas mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat tengah menjajaki kerja sama dengan FT UNS dalam berbagai bidang.
Ia mengatakan beberapa kerja sama yang akan dijakaki dengan Fakultas Teknik UNS, salah satunya berkaitan dengan penempatan mahasiswa KKN. Selain itu juga riset untuk keperluan konstruksi.
Menurut dia, sebagai daerah pesisir, perlu ada kerja sama untuk pembangunan di wilayahnya tersebut.
“Di sana daerah pesisir mungkin akan ada kerja sama untuk pengembangan pembangunan tanggul,” katanya.
Ia berharap ke depan akan ada pembicaraan lebih lanjut untuk kemudian dapat diimplementasikan dalam bentuk nota kesepahaman antara Pemkab Asmat dan UNS.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
