Hasil rapid test COVID-19 di Pasar Kliwon Kudus enam orang reaktif
Jumat, 8 Mei 2020 17:19 WIB
Pelaksanaan tes cepat (rapid test) di kompleks Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2020). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Kudus (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan hasil tes cepat (rapid test) corona terhadap sejumlah pengunjung Pasar Kliwon Kudus tercatat ada enam orang reaktif virus corona atau COVID-19.
"Hari ini (8/5) tercatat ada dua lokasi yang disasar untuk pelaksanaan tes cepat corona, yakni Pasar Kliwon Kudus dan kompleks Menara Kudus. Hasilnya, untuk sementara ada enam orang di Pasar Kliwon Kudus yang dinyatakan reaktif," Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Nasiban di Kudus, Jumat.
Awalnya, kata dia, ada delapan orang, namun dua orang di antaranya ternyata masih meragukan sehingga yang dipastikan reaktif akhirnya enam orang.
Untuk hasil tes cepat di kompleks Masjid Menara Kudus hingga kini belum diketahui hasilnya karena petugas di lapangan belum menyampaikan laporannya.
Kegiatan tes cepat corona di sejumlah tempat keramaian, kata dia, memang menjadi program Pemkab Kudus untuk mendeteksi lebih dini dengan melakukan pemilahan masyarakat yang berpotensi terpapar corona karena rapid test hanyalah pemeriksaan penyaring atau skrining untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM (Immunoglobulin M) dan IgG (Immunoglobulin G) yang dihasilkan tubuh ketika terpapar virus corona.
Bagi peserta tes cepat yang hasilnya dinyatakan reaktif virus corona, maka akan dilakukan swab (usap) atau tes PCR atau polymerase chain reaction untuk mendeteksi keberadaan material genetik virus corona.
"Untuk sementara, orang tersebut diminta menjalankan isolasi mandiri atau di tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah," ujarnya.
Hingga kini, tercatat sudah ada 500-an orang yang dilakukan tes cepat corona, termasuk tenaga kesehatan yang jumlahnya 400-an orang.
Nantinya, lanjut dia, rapid test akan dilakukan secara berkelanjutan menyusul tersedianya 1.500 hingga 2.000 alat rapid test.
"Hari ini (8/5) tercatat ada dua lokasi yang disasar untuk pelaksanaan tes cepat corona, yakni Pasar Kliwon Kudus dan kompleks Menara Kudus. Hasilnya, untuk sementara ada enam orang di Pasar Kliwon Kudus yang dinyatakan reaktif," Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Nasiban di Kudus, Jumat.
Awalnya, kata dia, ada delapan orang, namun dua orang di antaranya ternyata masih meragukan sehingga yang dipastikan reaktif akhirnya enam orang.
Untuk hasil tes cepat di kompleks Masjid Menara Kudus hingga kini belum diketahui hasilnya karena petugas di lapangan belum menyampaikan laporannya.
Kegiatan tes cepat corona di sejumlah tempat keramaian, kata dia, memang menjadi program Pemkab Kudus untuk mendeteksi lebih dini dengan melakukan pemilahan masyarakat yang berpotensi terpapar corona karena rapid test hanyalah pemeriksaan penyaring atau skrining untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM (Immunoglobulin M) dan IgG (Immunoglobulin G) yang dihasilkan tubuh ketika terpapar virus corona.
Bagi peserta tes cepat yang hasilnya dinyatakan reaktif virus corona, maka akan dilakukan swab (usap) atau tes PCR atau polymerase chain reaction untuk mendeteksi keberadaan material genetik virus corona.
"Untuk sementara, orang tersebut diminta menjalankan isolasi mandiri atau di tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah," ujarnya.
Hingga kini, tercatat sudah ada 500-an orang yang dilakukan tes cepat corona, termasuk tenaga kesehatan yang jumlahnya 400-an orang.
Nantinya, lanjut dia, rapid test akan dilakukan secara berkelanjutan menyusul tersedianya 1.500 hingga 2.000 alat rapid test.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Diabetes melitus dominasi penyakit peserta skrining kesehatan di BPJS Semarang
15 January 2026 19:43 WIB
Tim FK UMS gandeng Puskesmas Gatak gelar cek kesehatan gratis dan edukasi mental bagi siswa SMK
08 January 2026 12:40 WIB