Semarang (Antaranews Jateng) - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah meminta kepada pemerintah agar alokasi anggaran ditambah dan bisa menjadi prioritas sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para petani.
 
    "Anggaran pertanian di Jateng pada 2018 yang kurang dari Rp1 triliun saat ini masih terlalu kecil jika melihat keinginan pemerintah mewujudkan swasembada dan mewujudkan ketahanan pangan," kata anggota Komisi B DPRD Provinsi Jateng Ahsin Makruf di Semarang, Senin.

     Menurut dia, anggaran pertanian juga perlu menjadi prioritas Pemprov Jateng dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng untuk lima tahun kedepan.

     "Anggaran pertanian harus masuk dalam RPJMD lima tahun kedepan sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada para petani," ujarnya dalam dialog tentang pertanian di Hotel Noormans Semarang.

     Politikus Partai Amanat Nasional itu mengungkapkan sejumlah persoalan yang dihadapi di bidang pertanian antara lain, kebanyakan petani hanyalah petani penggarap dan petani yang memiliki lahan di bawah 0,5 hektare.
 
    Hal itu berarti, kata dia, para petani tersebut merupakan petani golongan kecil dan berdasarkan pantauannya, banyak lahan pertanian di Kabupaten Semarang yang dimiliki pemodal dari kota-kota besar.
 
    Selain itu, tata ruang pertanian harus diperhatikan karena menjadi isu krusial bagi di bidang pertanian.