Jauhkan UNBK dari Kecurangan
Senin, 3 April 2017 15:16 WIB
Ilustrasi - Sejumlah peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA. (Antaranews.com)
Sebanyak 1,3 juta siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) mulai Senin (3/4) hingga April 2017 mengikuti ujian nasional (UN) . Mereka terdiri atas 1.176.391 peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan 150.855 peserta ujian nasional kertas pensil (UNKP).
Berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari oleh pemerintah. Bantuan 80.000 unit komputer telah dibagikan ke sekolah di Tanah Air, termasuk kesiapan pihak PLN yang menjamin pasokan listrik selama berlangsungnya UNBK.
Kemendikbud sendiri menargetkan pelaksanaan UNBK untuk sekolah menengah atas negeri (SMAN) dan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) mencapai 80 persen. Namun, bantuan komputer yang dijanjikan Kemendikbud--semula dijadwalkan tuntas terkucurkan pada bulan Januari--belum beres di sejumlah daerah. Mendikbud berjanji baru akan tuntas pada bulan April 2017. Padahal, di awal April, siswa SMA/SMK/sederajat sudah harus ujian.
Bila ada sekolah yang hingga pelaksanaan UNBK belum juga menerima bantuan komputer, tentu mereka harus putar otak untuk memenuhi peralatan ujian. Mereka harus menyusun skenario mengabaikan datangnya komputer bantuan. Sebagian sekolah terpaksa meminjam komputer di lembaga atau sekolah lain, atau bahkan mereka ada yang menumpang di sekolah lain.
Terlepas dari berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan UNBK, secara umum pelaksanaan UNBK tingkat SMK pada hari pertama berjalan lancar meski ada sejumlah sekolah yang mengalami beberapa kendala, terutama jaringan dan server.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengingatkan pihak sekolah jangan membangun paradigma curang dalam pelaksanaan UN demi mengejar tingkat kelulusan.
Menteri Muhajir Effendy menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi terhadap oknum yang membocorkan soal UNBK. Sikap tegas tersebut dilakukan karena UNBK menjadi tolak ukur nilai evaluasi dengan tingkat integrasi tinggi.
Soal-soal ujian nasional merupakan dokumen rahasia negara. Apabila diketahui bocor, bisa ditindak secara pidana.
Biarkan murid-murid berjuang dalam ujian nasional dengan kemampuannya sendiri tanpa kecurangan. Sekalipun ada murid yang gagal dalam ujian, biarkan itu menjadi pembelajaran pada anak didik bahwa bekerja keras merupakan kunci dalam meraih kesuksesan. Dengan demikian, tujuan dari UNBK selain untuk efisiensi juga meminimalisasi kecurangan bisa tercapai.
Berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari oleh pemerintah. Bantuan 80.000 unit komputer telah dibagikan ke sekolah di Tanah Air, termasuk kesiapan pihak PLN yang menjamin pasokan listrik selama berlangsungnya UNBK.
Kemendikbud sendiri menargetkan pelaksanaan UNBK untuk sekolah menengah atas negeri (SMAN) dan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) mencapai 80 persen. Namun, bantuan komputer yang dijanjikan Kemendikbud--semula dijadwalkan tuntas terkucurkan pada bulan Januari--belum beres di sejumlah daerah. Mendikbud berjanji baru akan tuntas pada bulan April 2017. Padahal, di awal April, siswa SMA/SMK/sederajat sudah harus ujian.
Bila ada sekolah yang hingga pelaksanaan UNBK belum juga menerima bantuan komputer, tentu mereka harus putar otak untuk memenuhi peralatan ujian. Mereka harus menyusun skenario mengabaikan datangnya komputer bantuan. Sebagian sekolah terpaksa meminjam komputer di lembaga atau sekolah lain, atau bahkan mereka ada yang menumpang di sekolah lain.
Terlepas dari berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan UNBK, secara umum pelaksanaan UNBK tingkat SMK pada hari pertama berjalan lancar meski ada sejumlah sekolah yang mengalami beberapa kendala, terutama jaringan dan server.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengingatkan pihak sekolah jangan membangun paradigma curang dalam pelaksanaan UN demi mengejar tingkat kelulusan.
Menteri Muhajir Effendy menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi terhadap oknum yang membocorkan soal UNBK. Sikap tegas tersebut dilakukan karena UNBK menjadi tolak ukur nilai evaluasi dengan tingkat integrasi tinggi.
Soal-soal ujian nasional merupakan dokumen rahasia negara. Apabila diketahui bocor, bisa ditindak secara pidana.
Biarkan murid-murid berjuang dalam ujian nasional dengan kemampuannya sendiri tanpa kecurangan. Sekalipun ada murid yang gagal dalam ujian, biarkan itu menjadi pembelajaran pada anak didik bahwa bekerja keras merupakan kunci dalam meraih kesuksesan. Dengan demikian, tujuan dari UNBK selain untuk efisiensi juga meminimalisasi kecurangan bisa tercapai.
Pewarta : Mahmudah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN-Dik UMS sukses dukung milad ke-25 SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro
27 January 2026 13:00 WIB
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Tim FK UMS gandeng Puskesmas Gatak gelar cek kesehatan gratis dan edukasi mental bagi siswa SMK
08 January 2026 12:40 WIB
SMK di Temanggung Shalat Gaib dan galang dana untuk korban bencana di Sumatra
01 December 2025 16:43 WIB
Wali Kota Semarang: Enam hari sekolah jenjang SMA/SMK perlu dikaji komprehensif
27 November 2025 18:37 WIB
Ribuan siswa SMA/SMK se-Solo Raya antusias ikuti Roadshow Beasiswa OSC 2026 di UMS
08 November 2025 17:40 WIB
Terpopuler - TAJUK
Lihat Juga
Tinjauan manajerial reformasi Kepolisian: lebih dari sekadar soal struktur
02 February 2026 15:44 WIB