Karnaval Keagamaan Kian Intens
Jumat, 8 April 2016 19:25 WIB
Peserta Karnaval Paskah melintas di kawasan Tugu Muda Semarang, Jateng, Kamis (30/4). Karnaval diikuti sekitar 6.000 orang dari berbagai gereja Kristen dan Katolik serta komunitas masyarakat. ANTARA FOTO/R. Rekotomo.
"Kalau bisa, semua komunitas agama menggelar karnaval-karnaval keagamaan semacam ini," kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di sela pergelaran Karnaval Paskah 2016 di Semarang, Jumat.
Politikus PDI Perjuangan itu, menjelaskan pergelaran karnaval keagamaan semacam itu menunjukkan kreativitas masyarakat, seperti komunitas Kristen dan Katolik dalam memperingati Hari Paskah.
Beberapa waktu lalu, kata dia, karnaval budaya dan ogoh-ogoh juga digelar kembali di Kota Semarang untuk memeringati Hari Nyepi yang bisa diikuti komunitas agama lain, termasuk Islam.
"Mungkin, nanti memperingati Maulud Nabi bisa digelar juga karnaval keagamaan semacam ini, atau memperingati hari-hari besar Islam lainnya. Semua komunitas agama membuka diri," katanya.
Karnaval Paskah Semarang 2016 itu diikuti sekitar 10.000 peserta dari sekolah-sekolah Katolik dan Kristen, baik negeri maupun swasta, serta perguruan tinggi, dan berbagai komunitas.
Mereka menampilkan kostum-kostum yang unik, kemudian puluhan mobil hias juga turut ambil bagian pada karnaval itu, termasuk komunitas sepeda motor roda tiga dari komunitas difabel.
Rute karnaval juga diperpanjang, dari tahun lalu hanya mulai Balai Kota Semarang hingga Lapangan Garnisun, pada tahun ini mulai Balai Kota Semarang sampai Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang.
Wakil Ketua Panitia Karnaval Paskah 2016 Dewi Susilo Budiharjo mengungkapkan peringatan Paskah tahun ini diwujudkan penuh kebersamaan, seperti pembukaan posko kesehatan di enam titik.
"Ini menunjukkan kebersamaan. Bahwa tidak hanya satu agama yang hidup di Semarang, tetapi banyak agama. Bagaimana melayani seluruh masyarakat Kota Semarang," kata perempuan ayu itu.
Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi mengatakan posko pengobatan gratis yang dibuka di enam titik dan tujuh rumah sakit (RS) itu untuk melayani masyarakat Semarang yang membutuhkan.
"Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan. Masing-masing posko bisa menampung sampai 300 pasien. Ini semua untuk warga Kota Semarang," kata Rukma yang juga Ketua Panitia Karnaval Paskah 2016.
Politikus PDI Perjuangan itu, menjelaskan pergelaran karnaval keagamaan semacam itu menunjukkan kreativitas masyarakat, seperti komunitas Kristen dan Katolik dalam memperingati Hari Paskah.
Beberapa waktu lalu, kata dia, karnaval budaya dan ogoh-ogoh juga digelar kembali di Kota Semarang untuk memeringati Hari Nyepi yang bisa diikuti komunitas agama lain, termasuk Islam.
"Mungkin, nanti memperingati Maulud Nabi bisa digelar juga karnaval keagamaan semacam ini, atau memperingati hari-hari besar Islam lainnya. Semua komunitas agama membuka diri," katanya.
Karnaval Paskah Semarang 2016 itu diikuti sekitar 10.000 peserta dari sekolah-sekolah Katolik dan Kristen, baik negeri maupun swasta, serta perguruan tinggi, dan berbagai komunitas.
Mereka menampilkan kostum-kostum yang unik, kemudian puluhan mobil hias juga turut ambil bagian pada karnaval itu, termasuk komunitas sepeda motor roda tiga dari komunitas difabel.
Rute karnaval juga diperpanjang, dari tahun lalu hanya mulai Balai Kota Semarang hingga Lapangan Garnisun, pada tahun ini mulai Balai Kota Semarang sampai Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang.
Wakil Ketua Panitia Karnaval Paskah 2016 Dewi Susilo Budiharjo mengungkapkan peringatan Paskah tahun ini diwujudkan penuh kebersamaan, seperti pembukaan posko kesehatan di enam titik.
"Ini menunjukkan kebersamaan. Bahwa tidak hanya satu agama yang hidup di Semarang, tetapi banyak agama. Bagaimana melayani seluruh masyarakat Kota Semarang," kata perempuan ayu itu.
Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi mengatakan posko pengobatan gratis yang dibuka di enam titik dan tujuh rumah sakit (RS) itu untuk melayani masyarakat Semarang yang membutuhkan.
"Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan. Masing-masing posko bisa menampung sampai 300 pasien. Ini semua untuk warga Kota Semarang," kata Rukma yang juga Ketua Panitia Karnaval Paskah 2016.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Ketenagakerjaan salurkan manfaat Rp60,3 M bagi pengajar keagamaan di Jateng
17 April 2026 21:27 WIB
Teologi Digital Wasathiyyah, Prof. Mudhofi menawarkan jalan tengah hadapi AI dan polarisasi keagamaan
15 February 2026 9:22 WIB
IPI Cilacap harapkan media massa lebih bijak angkat isu pesantren dan keagamaan
15 October 2025 16:22 WIB
DMI Yogyakarta MoU Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi tenaga rentan sosial keagamaan
11 August 2025 9:05 WIB