Logo Header Antaranews Jateng

Prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini

Jumat, 10 April 2026 09:30 WIB
Image Print
Warga berlari menerobos hujan lebat di pedestrian Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (25/3/2026). BMKG memprediksi terjadinya pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) yang mendominasi di sebagian besar wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan pada 26 Maret-1 April 2026, sehingga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dari fenomena tersebut. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan dua titik sirkulasi siklonik di perairan Indonesia yang memicu peningkatan signifikan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, Jumat.

Prakirawan BMKG, Masayu dalam siaran daring yang diikuti di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa titik sirkulasi tersebut diperkirakan terbentuk di Samudra Hindia bagian barat daya Banten serta di wilayah Laut Banda.

Sistem sirkulasi siklonik ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitarnya, serta memperkuat daerah konvergensi yang memanjang dari Sumatera Selatan hingga Papua Barat.

Daerah konvergensi atau pertemuan massa udara tersebut terpantau memanjang dari Samudra Hindia di barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, serta dari Laut Maluku hingga Laut Banda, yang secara langsung memperluas cakupan area terdampak hujan.

BMKG memprakirakan dampak dari fenomena atmosfer ini akan memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah provinsi, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, hingga Maluku.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026