
Dindik Pekalongan implementasikan TKA SD/SMP untuk petakan kemampuan siswa

Pekalongan (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan, Jawa Tengah mulai mengimplementasikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen pemetaan kemampuan siswa pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Kepala Dindik Kota Pekalongan Mabruri di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa program ini resmi dilaksanakan mulai April 2026 dan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis data di daerah.
"Namun pelaksanaan tes kemampuan akademik di tahun pertama ini masih terbatas pada beberapa komponen mata pelajaran, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia untuk jenjang SD dan SMP sederajat," katanya.
Sementara untuk jenjang SMA sederajat lebih banyak yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan seperti Fisika, Kimia, Biologi, dan Ekonomi.
Namun ke depan, kata dia, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan cakupan materi yang diujikan.
Ia mengatakan uji coba TKA telah dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan resmi. Meskipun masih terdapat sejumlah kendala teknis, secara umum prosesnya sudah berjalan dengan baik dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan selanjutnya.
"Tes kemampuan akademik sudah beberapa kali uji coba, ya meski ada beberapa kendala-kendala. Pelaksanaannya mulai 6 April 2026, rentang waktunya sampai 30 April 2026," katanya.
Menurut dia, pelaksanaan TKA dilakukan secara bertahap di masing-masing sekolah, mengingat keterbatasan sarana dan prasarana khususnya perangkat komputer.
"Oleh karena itu, sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur jadwal dan sesi pelaksanaan sesuai dengan kondisi masing-masing. Karena keterbatasan perangkat atau komputer, maka jumlah peserta setiap angkatan dan pembagian sesi diatur oleh sekolah," katanya.
Ia mengatakan hasil TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa tetapi berfungsi sebagai alat ukur kemampuan akademik yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam jalur Seleksi Penerimaan Murid Baru khususnya jalur prestasi.
"Karena ini tidak memengaruhi kelulusan, maka berapa pun nilainya ya sekali tes saja. Poinnya nanti hanya akan menguntungkan atau berkontribusi di jalur SPMB prestasi," katanya.
Baca juga: Kemnaker perkuat pengendalian TKA di Kawasan Ekonomi Khusus Batang
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
