Logo Header Antaranews Jateng

Jateng dinilai jadi penguat diplomasi "soft power"

Selasa, 7 April 2026 12:52 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima audiensi Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Heru Subolo, di Semarang, Senin (6/4/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Jawa Tengah dinilai memiliki banyak produk budaya yang dapat menjadi salah satu kekuatan diplomasi "soft power" Indonesia dengan negara-negara lain di dunia.

"Jawa Tengah memilik segalanya. Potensinya ada, produknya luar biasa, kebudayaan ada, pariwisata ada," kata Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Heru Subolo, saat berkunjung ke Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin.

Melalui kegiatan budaya, pariwisata, dan kerjasama yang dibangun dengan negara lain, kata dia, bisa menjadi diplomasi "soft power" yang digagas oleh Kementerian Luar Negeri.

Potensi produk budaya yang dimiliki hingga kerja sama yang sudah terjalin tersebut juga menjadi salah satu instrumen penting dalam pengembangan diplomasi "soft power".

Menurut dia, diplomasi "soft power" berkaitan dengan nilai-nilai produk budaya yang bisa memperkuat politik luar negeri Indonesia.

"Apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah sangat luar biasa. Kami dari Kementerian Luar Negeri akan mengakselerasi itu," katanya.

Ia juga menyoroti Provinsi Jateng yang sudah memiliki kerja sama dalam bentuk "sister province" dan "sister city" dengan provinsi dan kota di berbagai negara, sebagai sebuah infrastruktur yang sudah terjalin dan akan terus diperkuat.

"Ke depan, kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri, Gubernur Jawa Tengah, dan perwakilan kita di luar negeri akan lebih mudah dalam rangka promosi, capacity building, dan sebagainya," katanya.

Kemenlu ingin dunia mengenal Indonesia bukan sebagai kekuatan politik atas dasar bidang pertahanan semata, apalagi melalui perang, tapi mengenal Indonesia dari budaya yang luar biasa, adiluhung, harmoni, dan aman yang tidak banyak dimiliki oleh negara lain.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan Kemenlu telah memberikan arahan terkait diplomasi "soft power".

Hal ini ditangkap oleh Pemprov Jateng sebagai kesempatan yang bagus, karena saat ini Jateng diproyeksikan menjadi gudangnya investasi.

"Ini menarik sekali jika Kementerian Luar Negeri bisa menjembatani agar investasi di tempat kami bisa lebih berkembang. Baik segi budaya, perdagangan, maupun tourism," katanya.

Maka dari itu, Pemprov Jateng akan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan Kemenlu yang nanti akan menjadi penghubung yang membantu perwakilan Jateng ketika berada di berbagai negara.

Selain itu, Kemenlu juga dapat menghubungkan dengan diaspora Indonesia yang ada di berbagai negara untuk membantu mengembangkan promosi produk dari Jawa Tengah di negara tempat diaspora tinggal.

Misalnya, produk UMKM yang sudah ekspor, kata dia, tentu akan lebih berkembang jika mendapatkan dukungan dari diaspora.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026