Logo Header Antaranews Jateng

Kementerian ESDM matangkan uji laboratorium untuk Bobibos

Sabtu, 25 April 2026 08:36 WIB
Image Print
Bobibos. (ANTARA/HO-ESDM)

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematangkan pembahasan uji laboratorium bersama produsen bahan bakar Bobibos, PT Inti Sinergi Formula.

“Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April lalu, untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas," ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad melalui keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Noor meminta pihak Bobibos untuk segera melakukan pengujian yang diperlukan guna menentukan posisi produk ini, apakah masuk dalam kategori BBN (bahan bakar nabati) atau BBM (bahan bakar minyak).

Secara terpisah, Founder Bobibos M Iklas Thamrin mengatakan, proses pengujian akan dilakukan secara komprehensif dan berjenjang. Untuk tahap awal, dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Iklas menjelaskan, uji laboratorium Lemigas akan pengujian menentukan karakter bahan bakar, sebelum masuk ke tahap pengujian lanjutan.

Pada pertemuan sebelumnya tanggal 14 April 2026, Ditjen Migas telah menyambut baik inovasi Bobibos di tengah tekanan krisis energi global.

Tahapan pengujian awal yang dilakukan oleh Lemigas dimulai dari pengambilan sampel sesuai standar internasional ASTM D4057 pada tangki penyimpanan (storage tank).

PT Inti Sinergi Formula dalam kesempatan tersebut menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan Lemigas mengenai kebutuhan yang diperlukan untuk seluruh proses rangkaian pengujian sesuai dengan ketentuan. Sebelumnya pihak Bobibos sempat melakukan identifikasi internal, namun ditemukan bahwa spesifikasi produk Bobibos belum memenuhi beberapa parameter standar BBN maupun BBM yang berlaku.

Pemerintah pada prinsipnya menyambut positif setiap inovasi anak bangsa terkait temuan bahan bakar yang bisa membantu memperkuat ketahanan energi nasional, di tengah kondisi global yang tak menentu. Namun di sisi lain ada prosedur yang harus dipenuhi guna memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat selaku konsumen.

Bobibos adalah bahan bakar ramah lingkungan buatan Indonesia berbahan dasar limbah jerami padi dan pertanian. Bobibos, singkatan Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! diklaim memiliki nilai oktan tinggi atau RON 98.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026