
Sekda Jateng: Inspektorat benteng pertama untuk cegah korupsi

Semarang (ANTARA) - Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menekankan bahwa jajaran inspektorat di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota harus menjadi benteng pertama dalam pencegahan korupsi.
"Integritas jajaran inspektorat itu harus lebih baik, karena mereka yang mengoreksi dan jadi contoh OPD," katanya, di Semarang, Selasa.
Hal tersebut disampaikan di sela kegiatan Pengarahan Pengawasan Antikorupsi Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Semarang.
Sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP), kata dia, inspektorat dituntut memiliki kapasitas dan integritas yang jauh melampaui organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Ia mengibaratkan peran Inspektorat layaknya satuan pengawas internal (SPI) dalam sebuah korporasi.
Karena berada langsung di dalam sistem pemerintahan, kata dia, inspektorat seharusnya menjadi pihak pertama yang mendeteksi aroma penyimpangan sebelum berkembang menjadi kasus hukum.
"Karena berada di dalam, informasi yang ada harus direspons cepat. Jika ada hal yang tidak sesuai ketentuan, cegah lebih awal agar tidak terjadi (tindak pidana korupsi, red.)," katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan berat yang dihadapi inspektorat saat ini karena mustahil seorang pengawas bisa memberikan koreksi atau nasihat jika tidak menguasai persoalan dengan mendalam.
"Tantangannya tidak ringan. Untuk membina dan mengoreksi OPD, inspektorat harus jauh lebih pintar dan lebih tahu daripada yang diawasi," katanya.
Ia juga menekankan kepada inspektorat di kabupaten/kota agar berani memitigasi risiko dan menyampaikan temuan indikasi pelanggaran seandainya dilakukan oleh kepala daerahnya.
Kehadiran tim KPK dalam kegiatan itu diharapkan mampu memberikan pencerahan serta memperkuat mentalitas antikorupsi di lingkungan inspektorat.
Sumarno berharap penguatan integritas itu menjadikan inspektorat sebagai teladan bagi instansi lain di lingkungan pemerintah daerah.
"Integritas teman-teman Inspektorat harus jauh lebih tinggi dibanding OPD lain, karena mereka adalah contoh. Mereka yang mengoreksi, maka mereka yang harus menjadi teladan," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
