Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang segera rampungkan pembangunan gedung perpustakaan baru

Rabu, 4 Februari 2026 08:44 WIB
Image Print
Bangunan perpustakaan baru Kota Semarang. (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) segera merampungkan pembangunan gedung perpustakaan baru yang berlokasi di Srondol, Kecamatan Banyumanik.

Kepala Dinas Arpus Kota Semarang Bambang Suranggono di Semarang, Selasa, mengatakan pembangunan tahap pertama telah selesai pada akhir Desember 2025.

Ia menyebutkan pembangunan gedung perpustakaan tahap pertama yakni struktur bangunan menelan anggaran dari APBD Kota Semarang senilai Rp200 juta dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN sebesar Rp7,8 miliar.

Untuk pembangunan tahap kedua yang meliputi interior, mebeler, dan buku-buku, kata dia, telah disiapkan anggaran dari APBD Kota Semarang sebesar Rp5,3 miliar.

"Kegiatan interior ini desainnya disesuaikan dengan kondisi Kota Semarang yaitu yang njawani dan menjadi identitas Kota Semarang," katanya.

Ia berharap pembangunan perpustakaan tahap kedua segera dimulai dan rampung agar bisa dibuka untuk melayani masyarakat.

"Harapan kami di Februari sampai dengan Maret ini selesai lelang interiornya dan pembangunannya kurang lebih tiga bulan. Mungkin mulai akhir Maret dan Juni sudah benar-benar sempurna," katanya.

Perpustakaan Kota Semarang dibangun di atas lahan seluas 1.019 meter persegi, dengan struktur bangunan empat lantai, terdiri dari basement untuk tempat parkir, lantai 1 untuk area peminjaman buku.

Kemudian lantai 2 merupakan ruang baca, ruang budaya, mini kafe dan coworking space, dan lantai 3 merupakan ruang audio visual, dan ada rooftop yang bisa menjadi tempat diskusi.

“Ada 4 lantai, bahkan kami sediakan mini kafe jadi lebih nyaman, baca buku, berdiskusi bisa sambil pesan kopi. Ada rooftop-nya juga," katanya.

Ia menargetkan tingkat kunjungan perpustakaan dalam sehari mencapai 350-400 pemustaka, yakni istilah untuk orang yang datang ke perpustakaan, dan untuk ruang audio visual yang disediakan bisa menampung hingga 80 orang.

"Ruang audio visual ini bisa untuk menyaksikan film pendek atau film yang bersumber dari buku," katanya.

Perpustakaan tersebut nantinya akan dibuka untuk masyarakat mulai jam 08.00 hingga 21.00 WIB dan nantinya petugas yang ada di perpustakaan akan diberlakukan sistem kerja shift.

Bahkan ia berencana menyiapkan petugas yang bisa berbahasa asing, sehingga bisa mendampingi pemustaka yang berasal dari mancanegara.

"Termasuk mereka (petugas) sudah kami seleksi ada yang mampu mendampingi dengan berbahasa asing, karena koleksinya ini juga ada koleksi dengan Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, lebih banyak lagi Bahasa Inggris," katanya.



Baca juga: Pemprov Jateng perkuat tata kelola kearsipan sebagai dasar kebijakan



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026