Solo (ANTARA) - Gelaran Darul Arqam Pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi ditutup di Aula MTs Muhammadiyah Program Khusus Krakitan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama UMS dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Krakitan.
Acara penutupan dihadiri jajaran pimpinan UMS, PDM Kabupaten Klaten, PCM dan PRM setempat, serta tim pelaksana Darul Arqam. Kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian Darul Arqam Pimpinan UMS yang dilaksanakan selama empat hari tiga malam.
Ketua PDM Kabupaten Klaten Iskak Sulistya dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya penutupan Darul Arqam di Ranting Krakitan. Ia menyebut Krakitan sebagai salah satu ranting terbaik di Klaten dengan sejumlah prestasi, di antaranya pernah meraih juara nasional harapan dan menjadi ranting dengan wakaf terbanyak se-Kabupaten Klaten.
Iskak juga mengapresiasi kekuatan dakwah jamaah di Krakitan yang mampu menggerakkan infak dan kepedulian sosial secara konsisten. Menurutnya, pemilihan lokasi Darul Arqam di tingkat ranting menjadi pengalaman baru yang bernilai strategis dalam penguatan ideologi dan komitmen pimpinan Muhammadiyah.
Laporan kegiatan disampaikan Master of Training (MoT) Taufiqurrahman, S.I.P., M.A., Ph.D. Ia menegaskan Baitul Arqam merupakan kegiatan perkaderan utama Persyarikatan yang dijalankan dengan standar pelatihan ketat melalui pendekatan input, proses, output, dan dampak.
Berdasarkan data demografi, peserta Darul Arqam Pimpinan UMS didominasi laki-laki (78 persen), mayoritas berusia di atas 50 tahun, dan 84 persen bergelar doktor. Sebanyak 88 persen peserta tercatat aktif di Muhammadiyah lebih dari sebelas tahun, menunjukkan kuatnya keterlibatan pimpinan UMS dalam Persyarikatan.
Hasil evaluasi menunjukkan capaian yang tinggi, dengan rata-rata nilai aspek kognitif 82, afektif 88, dan psikomotorik 91. Sejumlah peserta meraih apresiasi, di antaranya Peserta Terbaik I Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D., Peserta Terbaik II Agus Ulinnuha, dan Peserta Terbaik III Muhammad Mujiburrohman.
Dalam kesan dan pesannya, Tri Widayatno menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan Darul Arqam yang dinilainya berhasil membumikan nilai-nilai Muhammadiyah. Ia mengapresiasi keteladanan Rektor UMS yang membersamai peserta hingga akhir kegiatan dalam kondisi yang sederhana.
Menurut Tri, pengalaman mengikuti Darul Arqam di tingkat ranting memberikan pelajaran penting tentang penguatan ideologi, komitmen, dan kedekatan dengan dakwah akar rumput. Ia berharap seluruh peserta dapat kembali ke tempat tugas masing-masing dengan semangat luar biasa melalui rencana tindak lanjut yang telah disusun.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menilai ekosistem budaya organisasi Muhammadiyah di Klaten berjalan dengan baik, mulai dari PDM, PCM, hingga PRM. Ia menekankan pentingnya kaderisasi dan sinergi antarlembaga sebagai kekuatan utama Muhammadiyah Berkemajuan.
Menutup kegiatan, Rektor UMS menegaskan bahwa Darul Arqam ini menjadi wujud nyata semangat One Muhammadiyah, yang mencerminkan kesederhanaan, ketauhidan, dan kekompakan dalam memajukan organisasi. Ia berharap pengalaman di Krakitan dapat menjadi inspirasi bagi penguatan budaya mutu dan komitmen pimpinan UMS ke depan.

