
Pemkab Wonosobo perketat pengawasan pangan saat Ramadhan dan jelang Lebaran

Wonosobo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, Jawa Tengah, melalui Dinas Kesehatan Pemkab Wonosobo melaksanakan operasi pasar dan pengawasan pangan terpadu di sejumlah pasar tradisional dan ritel pangan, guna menjamin peredaran pangan yang aman, bermutu, dan bebas bahan berbahaya selama Ramadhan.
Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo Widi Hartono di Wonosobo, Rabu, menyampaikan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang ditingkatkan intensitasnya pada Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Operasi pasar melibatkan Tim Keamanan Pangan Daerah bersama lintas sektor, antara lain Satpol PP, Dispaperkan, jajaran puskesmas, Dinas Kesehatan, serta unsur kepolisian.
"Operasi pasar ini bertujuan memastikan pangan yang beredar aman dari produk-produk berbahaya. Dari tahun ke tahun, pola temuan relatif sama," katanya.
Ia menyampaikan dari 179 sampel pangan ditemukan 58 positif mengandung bahan berbahaya berdasarkan empat indikator, yakni boraks, formalin, pewarna merah berbahaya, dan pewarna kuning berbahaya.
Produk yang masih kerap ditemukan mengandung formalin, antara lain ikan teri asin, cumi asin, serta penggunaan garam bleng.
"Selain pengawasan di pasar tradisional, tim juga melakukan pemeriksaan di toko ritel yang menjual produk pangan kemasan. Dari hasil pengawasan, ditemukan sekitar 1.700 produk yang tidak memenuhi ketentuan, meliputi produk kedaluwarsa, kemasan rusak, serta label yang tidak sesuai," katanya.
Produk-produk tersebut langsung disisihkan dari peredaran. Jika memungkinkan, kata dia, dikembalikan kepada distributor atau pabrik dan apabila tidak memungkinkan dilakukan pemusnahan sesuai prosedur.
Ia menuturkan terhadap pedagang yang terbukti menjual produk tidak sesuai ketentuan, dilakukan pembinaan serta penandatanganan surat pernyataan bermaterai agar tidak mengulangi pelanggaran.
Tahun ini pengawasan diperluas ke delapan pasar, yakni Pasar Induk Wonosobo, Pasar Kalibeber, Pasar Jawar, Pasar Sapuran, Pasar Gadingrejo Kepil, Pasar Kaliwiro, Pasar Selomerto, dan Pasar Garung. Setelah itu pengawasan akan dilanjutkan ke pusat kuliner dan pujasera.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memilih pangan. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain warna makanan yang terlalu mencolok, kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, serta kewaspadaan terhadap produk ikan asin yang tampak terlalu bersih dan tidak dihinggapi lalat.
"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat terlindungi dari pangan berbahaya, terutama pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri di mana konsumsi pangan meningkat," katanya.
Pemkab Wonosobo akan memperkuat pengawasan dan koordinasi lintas sektor guna menciptakan peredaran pangan yang aman dan melindungi kesehatan masyarakat.
Baca juga: Pemkab Wonosobo wujudkan "zero" petasan pada Ramadhan 1447 H
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
