
Pemkab Wonosobo wujudkan "zero" petasan pada Ramadhan 1447 H

Wonosobo (ANTARA) - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen wujudkan zero petasan selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Afif Nurhidayat di Wonosobo, Selasa, menyampaikan penggunaan petasan telah memakan beberapa korban dan tidak boleh lagi dianggap sebagai tradisi tahunan.
"Kita sudah ada kejadian di beberapa wilayah, termasuk Kertek. Korbannya serius dan harus dirawat di rumah sakit. Saya ingin Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini zero dari petasan," katanya.
Ia menjelaskan maraknya pembelian bahan peledak secara daring menjadi tantangan baru. Banyak kasus terjadi karena perakitan petasan secara mandiri di rumah.
"Mercon itu membahayakan diri sendiri dan orang lain. Lebih baik uangnya digunakan untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat menjelang Lebaran," katanya.
Kepala Kepolisian Resor Wonosobo Ajun Komisaris Besar Polisi M. Kasim Akbar Bantilan menyampaikan hingga awal Ramadhan telah terjadi tiga insiden ledakan petasan dengan dua korban anak-anak di bawah umur yang harus menjalani perawatan medis.
"Karena dianggap tradisi, euforia merakit dan meledakkan petasan terus terjadi. Padahal ini sangat berbahaya. Kami akan melaksanakan operasi secara kontinu di seluruh wilayah," katanya.
Selain petasan, tambah Kapolres, kepolisian juga akan menindak peredaran minuman keras ilegal, kenakalan remaja seperti perang sarung, serta balon udara liar yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Pemkab dan Polres Wonosobo membuka kanal pengaduan masyarakat melalui Call Center 112 serta kanal aduan resmi pemerintah daerah.
Masyarakat diimbau aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi membahayakan.
Melalui edukasi masif, operasi terpadu, dan partisipasi aktif masyarakat, Pemkab Wonosobo optimistis target zero petasan dapat terwujud demi menjaga keselamatan dan kekhusyukan Ramadhan.
Baca juga: Ungkap peredaran petasan, Polres Kudus intensifkan patroli siber
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
