Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membahas sistem informasi inklusif untuk disabilitas pada seminar dan FGD atau diskusi terpumpun Program Hilirisasi Riset Prioritas Dorong Teknologi (DorTek).
Pada acara tersebut, UMS menjadi tuan rumah pada acara yang diselenggarakan Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan (DHK) Kemendiktisaintek. Kegiatan yang mengusung tema Implementasi Sistem Informasi Inklusif untuk Peningkatan Literasi Tanggap Bencana Penyandang Disabilitas tersebut diselenggarakan di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS lantai 7 Solo, Jawa Tengah, Senin.
Acara menghadirkan dua narasumber, yakni Kaprodi Magister Pendidikan Dasar UMS Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., serta Rektor Universitas Sahid Surakarta Dr. Sri Huning A, S.T., M.Kom. Sedangkan moderator diskusi adalah Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs. Kegiatan berlangsung secara luring dan diikuti oleh akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan inklusif dan kebencanaan.
Penanggung jawab kegiatan Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd., mengatakan program DorTek tahun ini merupakan kelanjutan dari riset yang telah dilakukan tim peneliti UMS sejak 2022. Ia menjelaskan tim peneliti sebelumnya telah mengembangkan aplikasi pembelajaran inovatif kebencanaan untuk anak-anak disabilitas di Kabupaten Klaten bernama Sipakdedifa.
“Program hilirisasi riset ini merupakan pengembangan dari aplikasi Sipakdedifa yang kami kembangkan pada 2022 melalui pendanaan LPDP. Tahun ini ada hibah dari Direktorat Hilirisasi, yakni program DorTek, yang kami ajukan melalui DRPts,” katanya.
Ika menjelaskan aplikasi Sipakdedifa kemudian melalui proses penilaian oleh tim pakar yang berasal dari tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Teknokrat Indonesia yang diwakili Dr. Rusliawati, Universitas Profesor Hazairin, dan STIE Genti Aras. Tim pakar memberikan berbagai masukan penting untuk penyempurnaan aplikasi.
“Tim pakar menilai dan memberikan catatan perbaikan terhadap aplikasi yang sudah dikembangkan. Kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari evaluasi tersebut. Puncaknya adalah seminar dan FGD dengan tema mitigasi bencana untuk penyandang disabilitas, sekaligus launching pembaruan aplikasi Sipakdedifa,” katanya.
Sebelum seminar dan FGD digelar, telah berlangsung dua kali sesi penilaian oleh tim pakar dan tim peneliti. Selain itu, pada November lalu tim pakar kembali hadir di UMS untuk melakukan desk review terhadap perkembangan aplikasi. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk pembaruan fitur dan konten di aplikasi Sipakdedifa.
Pada sesi pembukaan, sambutan disampaikan oleh Ketua Tim Pakar, Dr. Rusliawati, M.T.I., sekaligus ketua panitia kegiatan. Dari pihak UMS, sambutan disampaikan oleh Prof. Ambar yang mewakili pimpinan universitas. Ika menyebut, sambutan tersebut menekankan pentingnya kesinambungan riset dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Prof. Ambar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari riset Sipakdedifa yang sebelumnya mendapat pendanaan LPDP tahun 2022, kemudian dilanjutkan melalui program pengabdian yang didanai DRPM pada 2024, dan kini diteruskan melalui DorTek,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ika juga menyampaikan harapan besar agar aplikasi Sipakdedifa dapat digunakan lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.
“Harapannya, Sipakdedifa bisa semakin bermanfaat dan tahun depan bisa masuk inkubator bisnis untuk terus diperbarui melalui pendanaan hibah berikutnya,” katanya.

