Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa progres pembangunan infrastruktur yang dilakukan hingga kini telah mencapai 99 persen menjelang akhir tahun.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, di Semarang, Rabu, mengapresiasi Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (PU BMCK) yang telah menyelesaikan 99 persen pekerjaan infrastrukturnya.
Menurut dia, hanya ada satu pekerjaan pelebaran di Kabupaten Grobogan yang belum selesai dikerjakan, yaitu proyek pelebaran jalan.
"Alhamdulillah semua sudah dikerjakan untuk tahun 2025, sesuai dengan program prioritas kami sesuai amanah Bapak Gubernur Ahmad Luthfi, yaitu pembangunan infrastruktur dan pertanian untuk ketahanan pangan," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Hal tersebut disampaikannya di sela acara Peringatan Hari Bakti ke -80 Kementrian Pekerjaan Umum (PU), di halaman Kantor Dinas PU BMCK Provinsi Jateng.
Berdasarkan data Dinas PU BMCK Jateng, pada tahun ini Pemprov Jateng melakukan serangkaian kegiatan pembangunan, yakni pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.307,26 kilometer.
Kemudian, rehabilitasi jalan sepanjang 68,73 km, preservasi jalan/peningkatan jalan sepanjang 64,13 km, pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 26.211,27 meter, dan rehabilitasi jembatan 56,30 meter.
Dinas PU BMCK juga melakukan pembangunan sistem desalinasi di Kabupaten Brebes, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Pati.
Berkaitan dengan Hari Bakti PU, ia menyampaikan bahwa sejarah peringatan Hari Bakti PU adalah untuk mengenang peristiwa heroik tujuh pegawai PU Sapta Taruna yang gugur mempertahankan Gedung Departement Verkeer en Waterstaat (Gedung Sate Bandung).
"Di gedung bersejarah itu, 80 tahun lalu ada peristiwa heroik. Mereka adalah pegawai yang punya keberanian luar biasa dalam mepertahankan harga diri, cita-cita luhur dan rela mengorbankan nyawa. Hingga kini menjadi pondasi lahirnya Hari Bakti PU," katanya.
Gus Yasin yang membacakan sambutan Menteri PU Republik Indonesia, juga menyampaikan tujuh pesan yang menjadi pondasi kerja dalam menjalankan pembangunan infrastruktur.
Pertama, bekerja lebih keras, bergerak lebih cepat, namun dilakukan dengan cara yang semakin cerdas.
Kedua, lanjutnya, menjaga integritas, sebagai marwah insan PU. Ketiga, bekerja dengan empati dan orientasi pelayanan. Keempat, membangun infrastruktur yang berkeadilan dan merata.
Kelima, utamakan keselamatan, kualitas, dan akuntabilitas, sehingga setiap pekerjaan infrastruktur harus tepat mutu dan tepat waktu, serta anggaran yang dikelola dengan penuh tanggung jawab.
Keenam, perlunya dilakukan inovasi dan percepatan menuju sasaran, dan ketujuh, Gus Yasin juga mengingatkan tentang pentingnya memelihara semangat pengabdian.
Baca juga: Organda Pelabuhan Tanjung Emas minta jaminan BBM subsidi

