
TNI-Polri bantu tanggap bencana alam tiga wilayah di Sumatera

Magelang (ANTARA) - Aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia menerjunkan personel untuk membantu bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Magelang, Jumat, menyampaikan terkait bencana alam yang terjadi di tiga titik itu TNI sudah mengerahkan sekitar 4.000 personel.
Ia menuturkan TNI Angkatan Udara menyiapkan lima unit pesawat untuk memuat logistik kemudian juga menyiapkan helikopter sembilan unit dari TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut.
"Sudah diatur untuk penempatan helikopter tersebut di Aceh tiga unit, di Sumut tiga unit dan di Sumbar tiga unit juga," katanya.
Selain Angkatan Udara, Angkatan Laut menyiapkan empat kapal KRI yang hari ini diberangkatkan yaitu KRI Suharso, KRI Semarang, KRI Teluk Banten, dan KRI Gilimanuk.
"Kemudian hari ini juga material dan logistik diangkut 3.000 paket, genset 100 unit, tenda dan sebagainya untuk para pengungsi dan masyarakat yang terkena bencana," katanya
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, dari setiap bencana TNI/Polri harus hadir untuk menyumbangkan personelnya, baik dari pusat maupun dari daerah untuk ikut melaksanakan langkah-langkah menanggulangi dan mengambil langkah pertama dalam penanganan bencana.
Ia menyebut mulai mendirikan tempat pengungsian membantu melakukan evakuasi dan pencarian terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
"Bagaimana mempersiapkan tim trauma healing sampai dengan apabila diperlukan untuk mencari korban-korban yang memang kondisi sulit dikenali, untuk bantuan logistik kemudian dapur lapangan serta helikopter dan ala-alat yang diperlukan saat ini semuanya dalam kondisi berada di lokasi masing-masing," katanya.
Ia berharap semoga TNI/Polri segera bisa mengambil langkah cepat, stakeholder yang lain tentunya juga memiliki tanggung jawab yang sama kemudian bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
