
Pemkab Kudus bangun-perbaiki drainase 13.065 meter untuk mereduksi banjir

Kudus (ANTARA) - Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melakukan pembangunan dan perbaikan drainase atau saluran air serta gorong-gorong dengan total panjang mencapai 13.065,41 meter yang tersebar di sejumlah kecamatan untuk mereduksi potensi genangan air dan banjir di wilayah rawan.
"Pekerjaan tersebut mencakup konstruksi saluran baru sekaligus perbaikan dimensi gorong-gorong yang sebelumnya tidak memadai," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Harry Wibowo di Kudus, Rabu.
Ia mengungkapkan belasan ribu meter gorong-gorong yang dikerjakan itu, untuk perbaikan karena ukuran dimensi yang dibuat sebelumnya terlalu kecil sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan daya tampung air di wilayah setempat.
Harry mengungkapkan selama ini drainase di sejumlah titik menggunakan ukuran dimensi saluran yang seragam, baik di bagian hulu maupun hilir. Konsep tersebut dinilai tidak efektif karena aliran air dari hulu tidak terdistribusi optimal.
"Dahulu konsepnya mempercantik kota sehingga banyak saluran dibuat seragam. Padahal bagian hilir seharusnya memiliki dimensi lebih besar agar mampu menerima debit air dari hulu. Karena itu beberapa titik seperti di Kaliwungu dan Jalan Jenderal Sudirman dibongkar dan dipasang box culvert baru dengan ukuran sampai 1,2 meter, dari sebelumnya hanya 60 atau 80 cm," ujarnya.
Dengan ukuran saluran lebih lebar, kata dia, kapasitas tampung meningkat dan proses pembuangan air ke hilir menjadi lebih cepat. Box culvert sendiri terbuat dari beton bertulang sehingga memiliki kekuatan konstruksi tinggi.
Ia menambahkan dari total anggaran untuk membangun maupun memperbaiki gorong-gorong sebesar Rp37,64 miliar yang terbagi menjadi 63 paket, yang sumber anggarannya dari APBD Murni 2025 dan sebagian tambahan dari APBD Perubahan 2025.
Pembangunan saluran drainase tersebar di sejumlah lokasi, sedangkan yang sudah selesai antara lain Jalan Asnawi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kudus-Kaliwungu, Jalan Subekan ZE, Pedawang-Dersalam, hingga Golantepus, Kecamatan Mejobo.
"Mayoritas pekerjaan telah rampung. Untuk progres hingga awal pekan ini, kegiatan yang bersumber dari APBD telah mencapai 94,25 persen, sedangkan dari APBD Perubahan mencapai 46,39 persen," ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Dinas PUPR juga melaksanakan program normalisasi sejumlah saluran air berdasarkan usulan masyarakat.
Program ini bertujuan mengatasi sedimentasi tinggi dari aktivitas rumah tangga dan pasar yang selama ini mengurangi kapasitas aliran.
Normalisasi dilakukan bersama kecamatan dan warga agar infrastruktur yang sudah dibangun bisa bekerja optimal.
Dengan pembangunan drainase dan normalisasi, dia menargetkan reduksi genangan banjir hingga 50–60 persen dibanding musim hujan sebelumnya.
Baca juga: Pemkab Kudus kerahkan masyarakat bersihkan gorong-gorong antisipasi banjir
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
