Logo Header Antaranews Jateng

Bupati: Kekompakan pengurus memperkuat kinerja PMI Banyumas

Sabtu, 7 Februari 2026 13:29 WIB
Image Print
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi sambutan dalam pembukaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas Tahun 2026 di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (7/2/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan kekompakan pengurus menjadi faktor utama yang memperkuat kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, selama masa kepemimpinannya sebagai ketua periode 2021-2026.

Ditemui usai membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Banyumas, Sabtu, Sadewo mengaku sejak awal memimpin PMI Banyumas, dia berupaya menerapkan pola kepemimpinan kolektif dan kolegial dengan menekankan musyawarah serta pembagian tugas yang jelas di antara jajaran pengurus.

“Saya berusaha menerapkan kepemimpinan yang betul-betul kolektif kolegial. Karena kesibukan saya, keputusan-keputusan diambil melalui rapat dan diskusi bersama pengurus,” katanya.

Meskipun tidak selalu hadir dalam setiap kegiatan, dia mengatakan roda organisasi PMI Banyumas tetap berjalan dengan baik karena peran aktif wakil ketua dan pengurus sesuai bidang masing-masing.

Menurut dia, hal tersebut justru memperkuat soliditas organisasi PMI Banyumas.

“Walaupun ada atau tidak ada saya, organisasi tetap berjalan, karena ada Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II yang masing-masing punya bidang. Alhamdulillah, dengan pola seperti itu kekompakan PMI Banyumas luar biasa dan prestasinya juga luar biasa,” katanya.

Ia menilai kekompakan pengurus berdampak langsung pada berbagai capaian strategis, antara lain keberhasilan PMI Banyumas menjadi salah satu dari tiga PMI di Indonesia yang pertama kali mampu mengekspor plasma darah ke Korea Selatan.

Hingga saat ini, kata dia, program ekspor plasma darah tersebut masih terus berjalan dan menjadi bukti kemampuan manajemen serta profesionalisme PMI Banyumas.

Selain itu, lanjut dia, PMI Banyumas juga kerap menjadi rujukan dan lokasi studi banding bagi PMI dari berbagai daerah, termasuk dari luar Pulau Jawa, karena dinilai berhasil mengelola organisasi secara efektif dan efisien.

Seiring berakhirnya masa bakti Ketua PMI Kabupaten Banyumas periode 2021-2026, Sadewo mengharapkan kepemimpinan selanjutnya tetap menjaga kekompakan, kebersamaan, serta sinergi dengan pemerintah daerah agar pelayanan kemanusiaan PMI terus berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyumas Dibyo Yuwono mengatakan Muskab PMI Kabupaten Banyumas dijadwalkan berlangsung pada 7-8 Februari 2026.

“Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga disampaikan capaian Bulan Dana PMI Kabupaten Banyumas,” katanya.

Ia mengatakan selama tiga bulan pelaksanaan Bulan Dana PMI, PMI Banyumas berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,510 miliar.

Menurut dia, panitia juga memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berdedikasi dan berkontribusi dalam penggalangan dana tersebut.

“Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja sama dalam mengumpulkan dana PMI selama tiga bulan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, kata dia, PMI Banyumas juga meluncurkan buku berjudul “Aku Bangga Jadi Relawan”. memuat kisah aksi-aksi pelayanan kemanusiaan para relawan PMI di Banyumas.

Ia mengharapkan buku tersebut menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan empati, serta menegaskan bahwa menjadi relawan merupakan panggilan nurani dan kebanggaan yang mulia.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan bekerja sama dalam pelaksanaan program-program PMI Kabupaten Banyumas.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menilai PMI Kabupaten Banyumas memiliki kekompakan pengurus yang kuat.

Menurut dia, amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, khususnya donor darah dan penanggulangan bencana, dapat berjalan optimal apabila didukung manajemen dan kepengurusan yang solid.

Ia juga mengapresiasi capaian Bulan Dana PMI Banyumas yang mencapai Rp2,510 miliar.

Ia menilai capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat karena manfaatnya dapat dirasakan langsung.

“Kepercayaan masyarakat itu akan kembali lagi ke PMI dalam bentuk dukungan penggalangan dana. Ini tidak lepas dari figur kepemimpinan dan soliditas pengurus,” kata Bergas yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: PMI Batang menghimpun Bulan Dana PMI Rp1,7 miliar



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026