Batang (ANTARA) - Palang Merah Indonesia IPMI) Kabupaten Batang, Jawa Tengah memastikan stok darah masih aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bantuan darah.
Ketua Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Batang Achmad Taufik di Batang, Senin, mengatakan bahwa saat ini stok darah masih sekitar 1.200 kantong atau mengalami surplus dari 900 kantong yang rata-rata dibutuhkan masyarakat per bulan.
"Ya, kami memastikan stok darah dalam kondisi aman. Bahkan, kami rutin melakukan dropping atau pengiriman stok darah berlebih ke sejumlah UDD di wilayah kabupaten/kota tetangga," katanya.
Ia mengatakan stok darah per hari ini, golongan darah A sebanyak 65 kantong, golongan darah B 126 kantong, golongan darah O 71 kantong, dan golongan darah AB 61 kantong.
Mengenai pengiriman kantong darah, kata dia, untuk membantu UTD tetangga yang mengalami kekurangan stok darah.
Untuk menjaga keamanan stok dan mengantisipasi kekurangan, pihaknya rutin mengadakan kegiatan donor keliling dengan jadwal sekitar 20 kali setiap bulan.
Selain itu, petugas mengandalkan donor yang datang langsung ke unit transfusi darah PMI.
"Apabila terjadi kelebihan stok, kami segera menghubungi UTD di daerah tetangga yang akan membutuhkan kantong darah untuk melakukan dropping. Sebaliknya, jika terjadi kekurangan stok, kami akan aktif menghubungi pendonor melalui WhatsApp (WA) untuk meminta mereka segera mendonorkan," katanya didampingi Juru Bicara PMI Kabupaten Batang Risna Ningsih.
Pihaknya selalu menyediakan stok trombosit untuk mengantisipasi permintaan dari rumah sakit, terutama saat musim tertentu, seperti musim hujan yang berpotensi meningkatkan kasus demam berdarah.
Stok aman trombosit harian, kata dia, antara 8-12 kantong. Setiap kantong trombosit berisikan 50 cc, masa simpan trombosit 4-5 hari, serta trombosit yang melewati batas waktu tersebut dan tidak terpakai akan dibuang.
"Ketersediaan trombosit ini juga sering membantu rumah sakit tetangga seperti Kraton Pekalongan dan Kendal yang akan mengarah ke Batang jika stok trombosit mereka kosong," katanya.
Baca juga: PMI: DACC upaya berkelanjutan membangun kesadaran potensi bencana

