Logo Header Antaranews Jateng

LFSP siap fasilitasi ratusan ribu santri di Jateng

Senin, 8 September 2025 20:57 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat pengukuhan pengurus Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng, di Semarang, Senin (8/9/2025). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pengurus Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah resmi dikukuhkan untuk memfasilitasi ratusan ribu santri yang tersebar di berbagai wilayah di provinsi tersebut.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Senin, menjelaskan bahwa komponen LFSP terdiri atas para kiai, para ibu nyai, serta akademisi yang punya pengaruh di Jateng.

Menurut dia, potensi tersebut luar biasa, karena selain memberikan pendidikan agama di pesantren, juga dapat menggerakkan masyarakat.

"Potensi ini ujungnya adalah menciptakan suasana tertib dan damai di wilayah kita,” katanya, usai pengukuhan pengurus LSFP Jateng periode 2025-2030.

Pembentukan LFSP merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 18/2019 tentang Pesantren, dan Peraturan Daerah Provinsi Jateng Nomor 10/2023 tentang Fasilitasi dan Sinergitas Penyelenggaraan Pesantren.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menambahkan bahwa keberadaan LFSP dibentuk untuk mengakomodasi masukan dan program pesantren.

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan LFSP akan menjadi penghubung antara pesantren dan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan dinas-dinas lainnya.

"Fasilitasi ini agar santri dan pesantren bisa lebih masif lagi. Salah satu programnya beasiswa santri, yang akan dikoordinasikan dengan kampus-kampus di dalam maupun luar negeri seperti Yaman, Mesir, Jerman, hingga Australia," katanya.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Jateng Saiful Mujab menyatakan langkah tersebut merupakan terobosan penting karena lembaga tersebut bisa memetakan pesantren dengan baik, dan diarahkan untuk mewujudkan pesantren hebat.

"Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang membentuk lembaga fasilitasi dan sinergitas pesantren," katanya.

Di Jateng terdapat lebih dari 5.000 pesantren dengan hampir 600 ribu santri, yang akan terbantu melalui fasilitasi lembaga tersebut.

Sementara itu, Ketua LFSP Jateng Hasyim Muhammad menyampaikan pada tahap awal lembaga akan fokus pada penataan organisasi dan penyusunan program.

"Pada Oktober nanti, Insya Allah akan ada rapat penganggaran. Saat ini, terkait beasiswa luar negeri, kita siapkan program, juknis, dan mekanisme rekrutmen. Untuk tahap awal, kerja sama dengan 40 perguruan tinggi dalam negeri bisa segera dilaksanakan," katanya.

Ia menambahkan keberadaan LFSP menjadi langkah penting bagi pengakuan dan penguatan pesantren.

"Pesantren tidak hanya fokus di ilmu agama, tapi juga ilmu umum dan persoalan sosial. Lembaga ini akan memfasilitasi sinergi program pemprov dengan pesantren, agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas," pungkasnya.




Baca juga: Pemkot Semarang: Masih butuh 63 dapur SPPG



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026