
Ketum Persis Dukung KONI Ambil Alih PSSI

"Kami akan mendukung rencana KONI itu, jika PSSI tidak mampu menyelesaikan konfliknya dengan KPSI," kata Rudyatmo yang juga mantan anggota Komite Normalisasi PSSI di Solo, Jumat.
Setelah KONI mengambil alih peran PSSI, kata dia, mereka melakukan aturan dengan mendaftarkan satu orang dengan satu posisi.
Namun, kata dia, yang menyelenggarankan kongres luar biasa bukan KPSI karena dualisme kepemimpinan tersebut tidak akan meningkatkan prestasi persepakbolaan di Indonesia.
Selain itu, Rudyatmo juga menolak dicalonkan menjadi anggota komite eksekutif (Exco) yang diselenggarakan oleh KPSI pada tanggal 18 Maret mendatang.
Menurut dia, pemilihan anggota Exco pada KLB yang diselenggarakan oleh KPSI dinilai masih rawan politik uang. Setiap calon bisa mencalonkan diri untuk tiga posisi, yakni maju ke pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, maupun Exco pada KLB KPSI.
Namun, Rudyatmo akan mendukung jika pemilihannya satu calon untuk satu posisi, dan dirinya siap bertarung untuk perebutan kursi Exco.
"Saya sangat mendukung rencana KONI itu karena kalau kondisinya tetap begini sepak bola di Indonesia tidak akan bisa maju. Dan, Indonesia harus siap kena sanksi dari FIFA," katanya.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
