Logo Header Antaranews Jateng

1.391 siswi SD/MI di Keresidenan Pati ikuti kompetisi sepak bola putri

Minggu, 24 Mei 2026 01:14 WIB
Image Print
Seorang pemain sepak bola putri tampak menendang bola dengan pengawalan ketat pemain lawan saat pertandingan di kompetisi MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (24/5/2026). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.)

Kudus (ANTARA) - Sebanyak 1.391 siswi dari 89 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) se-Keresidenan Pati meramaikan kompetisi sepak bola putri tingkat sekolah dasar yang berlangsung di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 19–24 Mei 2026.

"Para peserta berasal dari Kudus, Demak, Rembang, Pati, dan Jepara. Mereka terbagi dalam 66 tim kategori usia (KU) 10 tahun dan 64 tim KU 12 tahun yang bersaing memperebutkan posisi terbaik dalam kompetisi sepak bola putri usia dini tersebut," kata Head Coach Extra Training MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Yayat Hidayat ditemui di sela-sela memantau kompetisi di Supersoccer Arena Rendeng Kudus, Sabtu.

Ia mengatakan antusiasme peserta terhadap sepak bola putri terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Sedangkan peningkatan terlihat tidak hanya dari jumlah peserta, tetapi juga kualitas permainan para atlet muda.

Turnamen MLSC Kudus Seri 2 2025 – 2026 yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife itu menggunakan format pertandingan 7 lawan 7 untuk kategori KU 10 dan KU 12. Selain kompetisi utama, penyelenggara juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk kelompok usia 6–8 tahun yang diikuti 185 peserta dari 29 SD dan MI.

Yayat menilai keberadaan fasilitas olahraga yang memadai di Kudus turut mendukung perkembangan sepak bola putri usia dini. Fasilitas tersebut membantu para pemain muda berkembang lebih optimal dan mampu bersaing dengan tim dari daerah lain.

"Kita ditunjang fasilitas yang luar biasa, sehingga anak-anak bisa berkembang lebih baik dan mampu bersaing dengan tim-tim luar," ujarnya.

Ia menyebut sejumlah pemain potensial masih menjadi andalan Kudus, seperti Rara dan Rere di kategori KU 12. Selain itu, regenerasi pemain juga terus berjalan melalui program latihan ekstra "Seneng Soccer" yang diperuntukkan bagi anak perempuan usia 7–9 tahun.

Pada seri kali ini, tim KU 12 SDUT Bumi Kartini Jepara menjadi sorotan setelah mencatatkan lima kemenangan beruntun pada seri sebelumnya. Sementara di sektor KU 10, persaingan berlangsung ketat setelah SD Muhammadiyah Birrul Walidain dan SD 3 Bulungcangkring menunjukkan performa impresif dalam dua edisi terakhir.

Tak hanya itu, sejumlah sekolah mulai serius membangun pembinaan sepak bola putri. Salah satunya SDN Karangsono 2 Mranggen yang tengah merintis sekolah sepak bola khusus putri bernama Karangsono Woman Academy.

Kepala SDN Karangsono 2 Mranggen Khabibi mengatakan kompetisi seperti MLSC menjadi wadah penting untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus membuka peluang prestasi bagi siswi.

"Semakin banyak mengikuti kompetisi seperti MLSC ini, semangat, skill serta pengalaman bertanding mereka akan semakin banyak," ujarnya.

Hingga Sabtu (23/5), posisi top skor sementara KU 10 ditempati Charissa Setya Ayudiana dari SDIT Al Islam Kudus dengan torehan 36 gol. Sementara kategori KU 12 dipimpin Rara Zenita Fatin dari SDUT Bumi Kartini Jepara dengan 39 gol.

Babak semifinal dan final MLSC Kudus Seri 2 2025–2026 dijadwalkan berlangsung Minggu (24/5) di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus. Ajang ini sekaligus menjadi bagian dari proses pencarian talenta terbaik menuju MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang akan digelar di Kudus pada Juni 2026.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026