
Pemkot Pekalongan berkomitmen jaga stok beras tekan kenaikan harga

Pekalongan, Jawa Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berkomitmen menjaga ketersediaan beras dan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat sebagai upaya mencegah kenaikan harga pangan di pasaran.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Jateng, Jumat, mengatakan pihaknya mengambil langkah cepat dengan menggelar operasi pasar murah dan menyalurkan bantuan pangan pada masyarakat seiring terjadinya lonjakan harga beras yang masih cukup tinggi.
"Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pengendalian inflasi yang disesuaikan dengan kondisi daerah.
Inflasi dan harga kebutuhan pokok khususnya beras dipengaruhi oleh kondisi di masing-masing daerah," katanya.
Namun demikian, kata dia, pihaknya memastikan akan terus berikhtiar untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan mengadakan kegiatan pasar pangan murah untuk membantu masyarakat.
"Upaya itu sebagai bentuk usaha kita mengendalikan harga pangan di pasaran," katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati mengatakan secara nasional Indonesia telah mencapai swasembada pangan dengan capaian produksi lebih dari 4 juta ton.
Namun, kata dia, harga beras di tingkat konsumen masih tergolong tinggi.
Ia mengatakan sebagai upaya respons cepat, pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan akan ada tambahan bantuan dari cadangan pangan pemerintah pusat untuk 2.801 keluarga penerima manfaat.
Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga menyalurkan subsidi untuk beras dan minyak yang sudah digelar di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat dan Pekalongan Utara sebagai upaya menekan inflasi dan meringankan beban masyarakat," katanya.
Baca juga: Pemkot Semarang tak temukan beras oplosan
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
