Cilacap (ANTARA) - Seorang pedagang cilok, Suryan (72), warga Kelurahan Gunungsimping RT 02 RW 04, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mendapat bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari PT Pertamina Kilang Internasional (KPI) RU IV Cilacap melalui program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) Perusahaan Tahun 2022.
Lelaki tua ini tinggal di Gang Madura sejak tahun 1991. Kondisi rumahnya mengkhawatirkan, apalagi saat memasuki musim hujan.
Dengan luas 8,5 x 7,5 meter, dinding rumah terbuat dari anyaman bambu yang dilapisi kardus pada beberapa sisi. Atapnya pun nampak lapuk dimakan usia.
"Musim hujan begini rumah kami langganan bocor," kata Suryan.
Guna menopang kehidupan sehari-hari Suryan berjualan cilok, yakni jajanan khas Sunda mirip bakso yang terbuat dari tepung tapioka.
"Saya dapat untung kira-kira Rp15 ribu per hari. Kadang untuk makan saja tidak cukup, karena saya tinggal bersama istri, anak, menantu, dan dua cucu," ungkapnya.
Atas inisiatif warga kondisi rumah Suryan lalu diajukan sebagai penerima bantuan TJSL PT KPI RU IV Cilacap melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPPMK) yang disetujui pihak Kelurahan Gunungsimping, Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap.
Baca juga: Relawan Pertamina Cilacap serahkan wakaf Al Quran untuk sekolah terdampak banjir
Penyerahan bantuan senilai Rp20 juta secara simbolis dilakukan oleh Area Manager Communication, Relations, and CSR PT KPI RU IV Cilacap Cecep Supriyatna kepada Camat Cilacap Tengah Bambang Wijoseno diteruskan langsung kepada penerima manfaat dengan disaksikan Lurah Gunungsimping Antoni Nugroho dan Ketua LPPMK Gunungsimping Darwoto di Balai Pertemuan Masjid Al Mubarokah, Rabu (2/11).
Dalam sambutannya, Camat Cilacap Tengah Bambang Wijoseno mengatakan bedah rumah merupakan salah satu cara pengentasan kemiskinan
Ia mengharapkan kegiatan tersebut dapat menggugah motivasi berbagi di kalangan warga sebagai bentuk stimulan ikut berpartisipasi membantu.
"Tidak hanya dalam bentuk material, namun semangat gotong royong dan kekeluargaan warga kami menjadi positif. Terima kasih Pertamina semoga yang senasib dengan Pak Suryan di Cilacap ini dapat turut terbantu," katanya.
Area Manager Communication, Relations, and CSR PT KPI RU IV Cilacap Cecep Supriyatna mengatakan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi rumah layak sehat merupakan komitmen Pertamina dan keterikatan untuk terus mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG's).
Menurut dia, program tersebut mendukung penyempurnaan SDG's tujuan ke-3 agenda 2030 yang menekankan pada hak asasi manusia, agar diskriminasi tidak terjadi dalam penanggulangan kemiskinan di segala dimensi.
"Sebagai perusahaan energi kebanggaan bangsa, upaya ini menjadi bukti nyata semangat nasionalis perusahaan kami. Tahun ini, ada 15 unit rumah yang dibedah dan harapannya menjadi semangat baru untuk bangkit dari keterpurukan," kata Cecep.
Baca juga: Relawan Pertamina Cilacap serahkan wakaf Al Quran untuk sekolah terdampak banjir
Baca juga: Hadapi "pit stop" 2022, Pertamina Cilacap gelar doa bersama dan santunan anak yatim