Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Pekalongan minta warga waspadai DBD

Selasa, 13 September 2022 21:22 WIB
Image Print
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid (kanan). (ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, meminta warga agar mewaspadai penyebaran demam berdarah dengue (DBD) karena saat ini sudah mulai memasuki musim hujan.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa kasus pada musim hujan populasi nyamuk aedes aegypti akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas saat habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan.

"Kondisi tersebut akan meningkatkan populasi nyamuk sehingga dapat menyebabkan peningkatan penularan DBD," katanya.

Ia mengatakan, kelangsungan hidup nyamuk aedes aegypti akan lebih lama bila tingkat kelembaban tinggi selama musim hujan sehingga masyarakat harus lebih waspada pada saat memasuki musim hujan.

Baca juga: Pemkot Pekalongan lakukan pengasapan massal 16 wilayah endemis DBD

Selain waspada terhadap potensi banjir, kata dia, seluruh warga harus mencegah dampak beberapa penyakit yang ditimbulkan seperti wabah demam berdarah dengue (DBD).

"Sudah banyak pasien DBD yang dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu, kita harus antisipasi dengan tetap menjaga kebersihan dan menggiatkan gerakan 3M Plus yakni menguras penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan benda-benda yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk DBD," katanya.

Ia mengatakan, poin dalam 3M Plus ini adalah sebagai bentuk upaya pencegahan tambahan, termasuk memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat antinyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, gotong royong membersihkan lingkungan, memeriksa tempat-tempat penampungan air, dan meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup.

"Semoga dengan melakukan 3M Plus, maka wabah demam berdarah tidak semakin parah di daerah ini," kata Afzan Arslan.

Ia mengimbau masyarakat jika di lingkungan tempat tinggalnya ditemukan kasus DBD agar segera menghubungi dinas kesehatan atau kanal pengaduan masyarakat yang disiapkan pemkot melalui call center 112 agar bisa segera dilakukan penanganan lebih lanjut maupun tindakan pengasapan (fogging).

"Kami pesan pada masyarakat jika menghendaki pengasapan akan difasilitasi secara massal dan tinggal hubungi Dinas Kesehatan atau melalui call center 112 Kota Pekalongan," katanya.

Baca juga: DBD renggut dua nyawa di Kota Pekalongan
Baca juga: Solo antisipasi demam berdarah
Baca juga: Dua wilayah di Kudus masuk zona merah DBD



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026