Logo Header Antaranews Jateng

Satupena luncurkan 100 buku yang mengiringi sejarah Indonesia

Sabtu, 18 Desember 2021 18:30 WIB
Image Print
Peluncuran 100 buku pilihan oleh Satupena di Jakarta beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Satupena

Solo (ANTARA) - Persatuan Penulis Indonesia atau Satupena meluncurkan 100 buku pilihan yang mengiringi sejarah Indonesia, yakni yang terbit sejak zaman kolonial.

Melalui keterangan tertulisnya yang diterima oleh Antara di Solo, Sabtu Ketua Umum Satupena Denny JA mengatakan ada enam buku dari serial 100 buku pilihan yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, yakni Habis Gelap Terbitlah Terang yang ditulis oleh pahlawan nasional RA Kartini, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisjahbana.

Selain itu juga buku berjudul Sitti Nurbaya yang ditulis oleh Marah Rusli, Azab dan Sengsara oleh Merari Siregar, dan Atheis oleh Achdiyat K Mihardja.

Ia mengatakan peluncuran buku tersebut juga sebagai bentuk keprihatinan menyusul minat baca masyarakat Indonesia yang mulai mengalami penurunan.

"Mengutip Umberto Eco penulis buku dari Italia dengan novelnya yang terkemuka berjudul In The Name of The Rose, ia mengatakan buku yang bagus adalah buku yang dibaca. Sebagus apapun sebuah buku jika tidak dibaca, bagusnya tidak diketahui," katanya.

Ia mengatakan ide pengumpulan buku tersebut juga untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober lalu.

Pengumpulan buku tersebut, dikatakannya, juga terilhami dari Library of Congres di Amerika Serikat yang menerbitkan kembali 88 buku yang membentuk Amerika Serikat.

"Makanya kami merasa Indonesia perlu memiliki versinya sendiri atas buku yang mewarnai sejak era kolonial," katanya.



Pewarta:
Editor: Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026