138 Ponpes di Temanggung terima bantuan sarana pencegahan COVID-19

id pondok pesantren, bantuan sarana pencegahan covid19, temanggung

138 Ponpes di Temanggung terima bantuan sarana pencegahan COVID-19

Sejumlah santri mengangkat wastafel portabel bantuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Temanggung di halaman Pendopo Pengayoman. ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Sebanyak 138 pondok pesantren di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menerima bantuan sarana dan prasarana pencegahan dan pengendalian COVID-19 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kabupaten setempat.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Selasa, yakni berupa wastafel portabel, alat semprot, cairan disinfektan, masker, thermogun, dan sabun.

Wabup Temanggung Heri Ibnu Wibowo mengatakan berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri bahwa kegiatan ponpes sudah boleh dilakukan dengan menaati protokol kesehatan, tetapi sekolah umum masih menunggu posisi zona hijau.

Baca juga: Jubir: Pakai masker lebih penting daripada pelindung wajah
Baca juga: Pemakaian masker yang nyaman cegah penyebaran COVID-19


"Alhamdulillah kondisi di Temanggung sudah mendekati zona hijau, mudah-mudahan kondisi ini terus membaik dan kita masuk zona hijau, sehingga dengan adaptasi kebiasaan baru masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti biasa meskipun dengan protokol kesehatan," katanya.

Ia menyampaikan dalam operasional di pondok pesantren tetap harus memperhatikan protokol kesehatan, jaga jarak, harus ada sirkulasi udara di ruangan, pakai masker harus dilakukan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Prasojo mengatakan berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama di Kabupaten Temanggung terdapat 138 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai 12.411 orang, terdiri dari santri lokal sebanyak 10.688 orang dan santri luar kota 1.723 orang.

Baca juga: Tak pakai masker, warga Pati dihukum menyapu dan pungut sampah

Ia menuturkan untuk melaksanakan adaptasi kebiasaan baru di pondok pesantren memang tidak mudah dipraktikkan, karena pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis komunal, yaitu santri tinggal dan berkegiatan bersama selama 24 jam.

Ia menuturkan selain menerima bantuan tersebut, pengasuh pondok pesantren juga mendapat pelatihan kewaspadaan pengendalian dan pencegahan COVID-19.

Ketua PCNU Kabupaten Temanggung yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Prapak, Kranggan KH Muhammad Furqon menyampaikan terima kasih pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Temanggung yang sudah memperhatikan pesantren.

"Kita tahu pesantren adalah sebuah kaum yang sangat komunal dengan banyaknya santri yang berkumpul jadi satu tentu sangat rentan. Saya berharap dengan bantuan ini betul-betul mampu memberikan rasa aman kepada pesantren, khususnya di Kabupaten Temanggung," katanya.
Baca juga: Kakang-Mbekayu Banyumas sosialisasikan protokol kesehatan
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar