TP-PKK Banyumas salurkan bantuan tahu bagi warga terdampak COVID-19

id tppkk banyumas,bantuan tahu,pembatasan sosial,desa sokawera

TP-PKK Banyumas salurkan bantuan tahu bagi warga terdampak COVID-19

Ketua TP-PKK Kabupaten Banyumas Erna Husein (kanan) saat menyerahkan batuan berupa 1 boks kontainer berisi tahu dan 1 kantong plastik berisi ratusa masker kain kepada Kepala Desa Sokawera Mukhayat di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (1/6/2020). ANTARA/Sumarwoto

Banyumas (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah memberikan bantuan berupa tahu untuk warga yang terdampak COVID-19 khususnya yang sedang menjalani karantina maupun pembatasan sosial secara ketat.

"Kemarin ada kerja sama dengan pengrajin tahu Kalisari, Desa Karangsari, Kecamatan Cilongok. Walaupun terdampak COVID-19 sehingga penghasilannya turun, mereka ingin memberikan bantuan kepada warga terdampak COVID-19 lainnya yang mungkin lebih kekurangan," kata Ketua TP-PKK Kabupaten Banyumas Erna Husein di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Senin.

Dia mengatakan hal itu kepada wartawan usai menyerahkan bantuan berupa 1 boks kontainer berisi tahu serta 1 kantong plastik berisi ratusan masker kain kepada Kepala Desa Sokawera Mukhayat untuk didistribusikan kepada 42 keluarga di lingkungan RT 02 RW 02 yang sedang menjalani pembatasan sosial secara ketat maupun kebutuhan dapur umum bagi 8 warga yang menjalani karantina di Balai Desa Sokawera.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan tahu dari pengrajin asal Desa Karangsari itu ke tempat karantina massal di kompleks Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto.

"Bantuan berupa tahu tersebut juga akan kami distribusikan untuk tempat-tempat karantina di setiap desa maupun warga karena ada 4.000 tahu dari Kalisari," katanya.

Istri Bupati Banyumas Achmad Husein itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong dan bekerja keras untuk membantu warga Desa Sokawera agar kehidupannya ke depan bisa kembali normal.

"Bagi yang menjadi PDP (pasien dalam pengawasan), mudah-mudahan hasil swabnya negatif. Ini kan baru 'rapid test', mudah-mudahan nanti swabnya negatif, sehingga masyarakat kembali normal," tegasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Banyumas memberlakukan pembatasan sosial secara ketat melalui karantina wilayah di Desa Sokawera RT 02 RW 02 sejak tanggal 29 Mei 2020.

Hal itu dilakukan karena adanya salah seorang warga RT 02 RW 02, yakni seorang perempuan berusia 71 tahun yang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil pemerisaan swab yang ditindaklanjuti dengan penyisiran terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut.

Dari hasil penyisiran yang dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas didapati 6 orang yang reaktif saat "rapid test". Keenam orang itu merupakan anak dan cucu dari perempuan yang dinyatakan positif COVID-19 tersebut.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar