Relaksasi, kebijakan OJK Jateng -DIY redam dampak ekonomi

id Ojk, relaksasi, covid, jateng, diy, semarang

Relaksasi, kebijakan OJK Jateng -DIY redam dampak ekonomi

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa. ANTARA/HO-OJK

Semarang (ANTARA) - OJK Jateng dan DIY ikut ambil peran redam dampak ekonomi salah satunya dengan dikeluarkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait relaksasi bagi perusahaan pembiayaan, asuransi, dan dana pensiun.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa menjelaskan keseluruhan kebijakan tersebut dimaksudkan agar industri jasa keuangan (IJK) memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam membantu debitur-debitur atau nasabah IJK yang usahanya terkena dampak COVID-19 melalui program restrukturisasi kredit/pembiayaan.

Oleh karena itu, lanjut Aman, bagi debitur atau nasabah yang mengalami perlambatan usaha karena COVID-19 dapat memanfaatkan relaksasi atas kredit/pembiayaan yang diterima dari IJK melalui program restrukturisasi.

Program itu sendiri dapat diberikan dalam beberapa skema yaitu berupa penurunan suku bunga; perpanjangan jangka waktu; pengurangan tunggakan pokok; pengurangan tunggakan bunga; penambahan fasilitas kredit/pembiayaan; dan/atau konversi kredit/pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara.

Pilihan skema tersebut didasarkan pada penilaian IJK terhadap masalah dan kondisi yang dihadapi setiap debitur serta tentunya atas dasar kesepakatan bersama antara Industri Jasa Keuangan dengan debitur.

Baca juga: Kinerja ekonomi Jateng tumbuh positif lampaui nasional

OJK Regional 3 Jateng dan DIY, lanjut Aman, telah melakukan sosialisasi dan koordinasi yang intensif di antaranya kepada Pemprov Jawa Tengah dan organisasi perangkat daerah, Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah, Asosiasi-asosiasi pengusaha seperti KADIN, HIPMI, dan IWAPI, bahkan dilakukan juga kepada kelompok masyarakat dan debitur langsung seperti asosiasi driver/ojek online di Jawa Tengah termasuk melalui video conference.

Aman menambahkan berdasarkan crosscheck dan pemantauan terhadap IJK di Jawa Tengah, IJK di Jawa Tengah siap membantu debitur yang terdampak COVID-19 melalui restrukturisasi kredit/pembiayaan.

Aman juga mengimbau agar relaksasi tersebut dilakukan sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan dengan memperhatikan koridor peraturan-peraturan yang berlaku serta diutamakan terlebih dahulu kepada debitur terdampak COVID-19 yang benar-benar sudah tidak memiliki kemampuan membayar.

Berdasarkan data yang dihimpun OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY per 31 Maret 2020, potensi debitur terdampak di Jawa Tengah berjumlah 50.824 rekening dengan total pinjaman outstanding sebesar Rp10,3 triliun dan dari jumlah tersebut yang telah mengajukan dan dilakukan restrukturisasi sebanyak 415 rekening dengan total pinjaman outstanding sebesar Rp81,17 miliar.

Baca juga: OJK: SDM masih menjadi masalah BPR
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar