Bangunan miring, RSUD Kudus direkomendasikan gandeng pihak ketiga uji kelayakan bangunan

id RSUD Kudus direkomendasikan, gandeng pihak ketiga, uji kelayakan bangunan

Bangunan miring, RSUD Kudus direkomendasikan gandeng pihak ketiga uji kelayakan bangunan

Bangunan berlantai tiga yang menjadi ruang rawat inap kelas I di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, yang diduga miring. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, direkomendasikan menggandeng pihak ketiga guna pengujian secara menyeluruh terkait dengan kelayakan bangunan berlantai tiga yang kondisinya mengkhawatirkan karena diduga miring.

"Hasil pengamatan di lapangan secara visual, memang terjadi penurunan, terutama pada lantai bangunan dan bukan pada struktur bangunannya," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Joko Mukti di Kudus, Kamis.

Ia mengungkapkan ketika terjadi penurunan seharusnya secara bersamaan, namun untuk bangunan berlantai tiga RSUD Loekmono Hadi Kudus, khususnya di Ruang Dahlia ternyata tidak demikian.

Baca juga: RSUD Kudus siapkan ruang isolasi untuk pasien terinfeksi virus corona

Untuk memastikan apakah bangunan tersebut masih layak atau tidak, kata dia, perlu dilakukan pengujian secara menyeluruh, termasuk pengujian vertikal limit.

Oleh karena Dinas PUPR Kudus tidak memiliki peralatan yang lengkap, maka RSUD Loekmono Hadi disarankan menggandeng pihak lain atau perguruan tinggi yang dinilai memiliki peralatan lebih lengkap.

Selain itu, kata dia, hasilnya tentu lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Terkait dengan surat rekomendasinya, katanya, tengah dibuatkan draft untuk disampaikan kepada RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Azis Achyar mengakui masih menunggu hasil kajian dari Dinas PUPR Kudus terkait dengan ruang rawat inap Dahlia yang berlantai tiga tersebut apakah masih layak ditempati atau tidak.

Untuk sementara waktu, katanya, pasien kelas I yang sebelumnya berada di lantai II dan III Ruang Dahlia dipindahkan ke Ruang Edelweis.

"Pemindahan tersebut, sebagai upaya mengurangi beban di lantai atas, sedangkan lantai I masih tetap dimanfaatkan karena saat ini memang padat pasien," ujarnya.

Ia mengakui jendela dan pintu di lantai dua dan tiga Ruang Dahlia memang tidak bisa ditutup lagi, diduga karena dampak kondisi bangunan mulai miring.

Selain itu, lanjut dia, keramik lantai di dua lantai tersebut juga mulai mengelupas sehingga memang mengkhawatirkan jika sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun total tempat tidur yang tersedia di Ruang Dahlia di lantai I, II dan III RS itu mencapai 76 unit.

Baca juga: Bangunan miring, ruang rawat inap 2 lantai RSUD Kudus dikosongkan
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar