Lima siswa ditangkap polisi, takut-takuti warga pakai kostum pocong

id pocong,takuti warga,takuti dengan pocong,kostum pocong

Lima siswa ditangkap polisi, takut-takuti warga pakai kostum pocong

Para pemuda yang menyamar sebagai "pocong" dihukum berdiri di tepi jalan. ANTARA/istimewa

Semarang (ANTARA) - Jika Anda ada di jalan yang sepi dan gelap lalu tiba-tiba muncul pocong, tentu Anda bisa kaget luar biasa.

Pocong-pocong seperti itulah yang dimainkan "perannya" oleh lima siswa SMP di Kecamatan Mijen, Semarang, untuk menakut-nakuti warga yang lewat. 

Kontan warga yang menemukan pocong itu beraksi balik, dan juga melapor ke polisi. Singkat cerita, kelima siswa SMP di Kecamatan Mijen, itu tidak diproses hukum oleh polisi menyusul aksi candaan alias iseng-iseng mereka yang menakut-nakuti warga dengan menggunakan kostum pocong.

Para siswa itu ditangkap menyusul laporan masyarakat yang resah dengan aksi para siswa itu. Polisi menangkap siswa SMP yang menakut-nakuti warga dengan alasan bercanda menggunakan kostum pocong pada Minggu dini hari (10/11).

Kepala Polsek Mijen, Komisaris Polisi Budi Abadi, di Semarang, Senin, mengatakan, kelima siswa itu hanya dibina akibat aksi usilnya itu. 

"Kelima pelajar tersebut kami panggil, dimintai keterangan, apa motifnya," katanya.

Kelima pelajar berinisial MF, RK, TG, FN, dan MH tersebut datang didampingi orangtua serta sekolah.

Saat ditangkap, TG dan RK sempat kabur namun polisi tetap mengejar mereka sampai akhirnya mereka ditangkap di rumah masing-masing. MF dapat langsung ditangkap karena masih memakai kostum pocong. 

Menurut dia, kelima pelajar tersebut tidak diproses secara pidana.

Kelimanya, kata dia, hanya diminta membuat surat pernyataan yang isinya permintaan maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Meski tidak diproses hukum, polisi masih mendalami motif di belakangnya. 

"Kelimanya mengakui, tetapi saling lempar tanggung jawab soal siapa yang punya ide itu," katanya.

Dengan memakai kostum pocong maksud hati mereka sekedar lucu-lucuan dan iseng menakuti warga, tapi malah ditangkap polisi. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar