Waspadai DBD saat musim hujan

id musim hujan

Waspadai DBD saat musim hujan

Pemberantasan nyamuk DBD terus dilakukan melalui komunikasi, informasi dan edukasi. (1)

Purwokerto (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas mengingatkan masyarakat di wilayah itu untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diperkirakan meningkat saat musim hujan.

"Saat musim hujan masyarakat perlu mewaspadai DBD karena biasanya menjadi tren penyakit di musim hujan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga perlu mewaspadai peningkatan penyakit menular lainnya, terutama yang disebabkan bakteri dan virus.

Baca juga: Kemarau, masyarakat diminta tetap waspadai DBD

"Misalnya seperti tifoid, influenza, diare, leptospirosis, penyakit kulit, dan penyakit menular lainnya," katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit khususnya pada musim hujan, pihaknya mengimbau masyarakat selalu menjaga kesehatan.

"Terapkan pola hidup bersih dan sehat. Yaitu salah satunya adalah dengan cara cuci tangan pakai sabun," katanya.

Selain itu, kata dia, masyarakat harus menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan masing-masing.

"Selain itu masyarakat perlu mengonsumsi makan dan minum air putih secara teratur, dengan demikian daya tahan tubuh terhadap penyakit akan lebih kuat, dan yang juga tidak kalah penting adalah dengan rutin berolahraga," katanya.

Dia menambahkan bahwa khusus untuk penyakit DBD, perlu peran aktif  semua lapisan masyarakat mengantisipasinya.

"Seluruh lapisan masyarakat hingga tiap individu di keluarga perlu berperan aktif melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dan melakukan 3M plus," katanya.

Dia menjelaskan 3M plus adalah menguras atau membersihkan, menutup dan mendaur ulang wadah atau tempat yang bisa menjadi penampungan air, serta kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti menggunakan kelambu, lotion anti nyamuk, dan menaburkan bubuk larvasida di penampungan air.

"Mudah-mudahan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta ditambah dengan pola aktivitas makan dan minum yang teratur, penyakit yang berpotensi muncul saat musim hujan bisa kita hindari," katanya.

Pada kesempatan sebelumnya, BMKG memprakirakan Kabupaten Banyumas memasuki awal musim hujan pada Oktober dasarian dua.

Sejak akhir September 2019 sebagian wilayah di Kabupaten Banyumas sudah memasuki pancaroba. Kabupaten lain di sekitar Banyumas, seperti Banjarnegara dan Purbalingga juga mulai memasuki musim hujan pada Oktober.

Baca juga: Demam mendadak, hati-hati terkena DBD
Baca juga: Meriang usai gigitan si nyamuk belang

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar