
Petani disarankan tanam padi pada musim tanam kedua

Purwokerto (ANTARA) - Petani perlu memanfaatkan curah hujan yang masih tinggi pada musim tanam kedua dengan menanam padi, kata akademisi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Asna Mustofa.
"Baiknya tanam padi lagi terutama untuk lahan yang beririgasi," kata Asna Mustofa, dosen Fakultas Pertanian Unsoed di Purwokerto, Selasa.
Dia menambahkan pada musim tanam ketiga atau saat musim kemarau nanti petani dapat menanam palawija.
"Pada musim tanam ketiga atau saat musim kemarau sangat disarankan untuk tanam palawija," katanya.
Selain itu, dia juga mengingatkan agar para petani tetap menggunakan padi varietas unggul dengan berbagai kelebihan yang dimiliki.
"Padi varietas unggul ini memiliki berbagai kelebihan. Namun tergantung juga dari varietasnya. Ada yang tahan hama, ada yang tahan di tanam di rawa, ada juga yang menghasilkan produktivitas tinggi dan lain sebagainya," katanya.
Padi varietas unggul yang dapat digunakan, kata dia, contohnya inpari 24, 30 dan lain sebagainya.
"Selain itu ada juga inpara 8, ada ir 64, ada mekongga dan lain sebagainya," katanya.
Sementara itu, dia juga mengingatkan pada musim tanam kedua biasanya ada permasalahan pembagian air. Karena hujan sudah mulai berkurang.
"Karena itu para petani harus memperhatikan masalah irigasi pada musim tanam kedua ini agar produktivitas tetap terjaga dengan baik," katanya.
Sementara itu, petani di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, segera memasuki masa panen raya padi pada awal bulan Maret, kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Widarso.
"Panen raya diperkirakan akan berlangsung mulai awal bulan Maret dengan potensi luas panen mencapai 15 ribu hektare," katanya.
Kendati demikian, dia mengakui jika saat sekarang ada beberapa area persawahan yang sudah memasuki masa panen khususnya di lereng Gunung Slamet.
Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor:
Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026
