Tinggal di daerah rawan longsor, masyarakat diimbau giatkan ronda

id longsor jateng

Tinggal di daerah rawan longsor, masyarakat diimbau giatkan ronda

Ilustrasi - Sejumlah rumah berada di atas tebing yang rawan mengalami longsor di Kelurahan Jangli, Semarang, Jateng. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/Koz/Spt/12.

Semarang (Antaranews Jateng) - Masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang rawan bencana alam tanah longsor di Jawa Tengah diimbau menggiatkan kegiatan ronda malam sebagai upaya mengurangi risiko bencana.
 
"Kami mengimbau masyarakat di daerah rawan longsor untuk selalu siap siaga menghadapi bencana, salah satunya dengan menggiatkan kembali kegiatan ronda malam untuk meminimalkan jumlah korban," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana di Semarang, Senin.

Ia menjelaskan dengan menggiatkan ronda malam di setiap RT yang berada di daerah rawan longsor, diharapkan bisa mengetahui dan mendeteksi terjadinya tanah longsor.

Ia menyebutkan bencana tanah longsor sering terjadi pada malam hari sehingga menimbulkan korban jiwa cukup banyak.

"Pada saat terjadi bencana tanah longsor malam, itu yang paling fatal. Saya khawatir pada tidur nyenyak tidak ada yang jaga ronda," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, ronda yang merupakan salah satu bentuk kearifan lokal itu perlu digiatkan lagi.

"Saya yakin pada saat terjadi longsor besar didahului dengan suara gemuruh sehingga secara cepat masyarakat dipanggil melalui kentongan itu," katanya.

Menurut Sarwa, daerah di Jateng yang rawan bencana tanah longsor antara lain, Kabupaten Wonosobo, Purworejo, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, Pemalang, Kudus, Karanganyar, dan Brebes.

Selain mengimbau masyarakat menggiatkan kegiatan ronda malam, BPBD Jateng bersama pihak terkait juga telah memasang puluhan alat peringatan dini untuk mengurangi risiko bencana dan jumlah korbannya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar